News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Teten Gandeng LKPP dan BUMN Pasok Produk UMKM

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Hendra Gunawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki (kanan) sedang berbincang dengan Newspaper Director Tribun Network, Febby Mahendra Putra (kiri) di kantor Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta, Senin (18/11/2019).

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Teten Masduki menggandeng LKPP dan BUMN, untuk memasok produk UKM.

Ia menjelaskan, Kementerian Koperasi dan UKM telah bekerja sama dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), agar produk dalam negeri dari sektor UKM dapat terserap.

"Kami melihat apa saja belanja pemerintah dan kami dari UMKM sudah siapkan supply-nya," ucap Teten saat berbincang dengan Tribunnews.com di kantornya, Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta, Senin (18/11/2019).

Setelah menggandeng LKPP, kata Teten, ke depan kementeriannya akan bekerja sama dengan Kementerian BUMN yang dikomandoi oleh Erick Thohir.

Baca: Bukalapak Klaim Siap Salurkan Kredit ke Pengusaha Kecil dan Menengah

Baca: Kembangkan Design Motif Batik, Tim Pengabdian Masyarakat UNS Solo Lakukan Pendampingan di Ngawi

Baca: Teten Masduki : Koperasi Harus Dipopulerkan di Kalangan Anak Muda

Baca: Menko Airlangga dan Menteri Teten Beda Suara soal Peleburan Omnibus Law

"Ini penting terkait akses pasarnya, harus diperkuat. Jadi ada market driven, salah satunya yang paling kuat itu adalah belanja pemerintah dan BUMN," kata Teten.

Mantan Kepala Staf Kepresidenan itu pun menyebut, ia diminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mendorong sektor UMKM terlibat mengerjakan proyek-proyek pemerintah di berbagai daerah.

"Ini dilakukan supaya ada keadilan ekonomi, terutama usaha-usaha menengah yang ada di daerah. Jadi saya dengan LKPP sedang menelisik mana saja potensi UMJM yang bisa menjadi sub kontraktor atau kontraktornya proyek pembangunan infrastrukur," paparnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini