News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Harga Bawang Bombay Meroket, Ini Kata Wamendag

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga saat ditemui di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2020) sore

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kelangkaan pasokan bawang bombay di pasaran, menyebabkan harga komoditas ini meroket tajam.

Menanggapi hal ini, Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga menyatakan saat ini stok bawang bombay cukup tersedia jelang ramadan.

"Kalau yang tadi dibilang (terkait) bawang bombay, pasokan stok cukup, apalagi menjelang hari raya lebaran," ujar Jerry, di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2020) sore.

Baca: Paul Munster Sebut Duel Bhayangkara FC kontra Persija Jakarta Bak Derby Manchester, Ini Alasannya

Baca: Heran Lihat Teddy Sewa 10 Pengacara untuk Urus Warisan Lina, Sule : Mungkin Dia Mengamankan Diri

Menurutnya, ini hanya masalah situasional dan tidak termasuk kelangkaan pasokan.

Kementerian Perdagangan pun saat ini kemungkinan akan melakukan impor terkait produk pangan satu ini.

"Saya pikir nggak ada masalah. Ya saya pikir ini situasional, mungkin memang stoknya sedang dalam proses diadakan, mungkin melalui impor ya. Saya pikir hanya masalah waktu saja," jelas Jerry.

Jerry kemudian menanggapi bijak anggapan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Reslani yang menyebut bahwa kenaikan harga sejumlah pangan termasuk bawang bombay dipicu kurangnya koordinasi antara kementerian terkait.

Kementerian yang terkait dengan sektor ini meliputi Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pertanian.

"Saya pikir nggak (begitu), bagus tuh koordinasi dengan Kementerian Perdagangan, Pertanian dan lain-lain, terjalin dengan baik selama ini," kata Jerry.

Sebelumnya, Ketua Kadin Indonesia Rosan Roeslani menilai kenaikan harga sejumlah bahan pangan dipicu kurangnya koordinasi antar berbagai kementerian terkait.

Kurangnya koordinasi ini akhirnya berdampak pada terganggunya birokrasi administrasi surat izin impor.

"Koordinasi untuk administrasi antar kementerian, birokrasi ini berhubungan dengan Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian. Tiga ini saja diperbaiki, soalnya kalau di salah satu agak lambat, pasti eksekusinya akan lambat juga," kata Rosan di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (12/3/2020).

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini