Yang pertama adalah terganjalnya paket stimulus AS oleh Senatnya dalam mengatasi dampak corona.
Perlu diketahui, paket stimulus senilai USD 1 triliun yang akan digunakan untuk mengatasi corona ini terganjal di Senat AS karena pihak Demokrat menilai paket itu tidak merepresentasikan perlindungan terhadap kaum buruh serta usaha-usaha kecil yang terdampak.
Pada Minggu (22/3/2020) kemarin waktu AS, paket ini tidak memperoleh cukup dukungan dalam penerapan voting prosedural.
Sementara pemicu lainnya, para investor saat ini melihat jumlah pasien yang terinfeksi corona di Indonesia terus menunjukkan peningkatan yang cukuo signifikan.
Hal ini dikhawatirkan akan memicu pemberlakuan sistem penguncian (lockdown), seperti negara lainnya.
Baca tanpa iklan