News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Virus Corona

Neraca Perdagangan Surplus 743 Juta Dolar AS di Tengah Pandemi Virus Corona

Editor: Imanuel Nicolas Manafe
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kepala Badan Pusat Statistik Kecuk Suhariyanto menjawab pertanyaan saat wawancara khusus dengan Tribunnews.com di Kantor BPS, Jakarta, Kamis (12/12/2019). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total ekspor Indonesia pada Maret 2020 sebesar 14,09 miliar dolar Amerika Serikat (AS).

Sementara impor sebesar 13,35 miliar dolar AS.

Baca: Impor Maret 2020 Sebesar 13,35 Miliar Dollar AS, Meningkat 15,6 Persen

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, kalau angka ekspor dan impor itu digabungkan maka neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus.

"Selama bulan Maret 2020 kita masih mengalami surplus sebesar 743 juta dolar AS," ujarnya saat teleconference di Jakarta, Rabu (15/4/2020).

Suhariyanto menjelaskan, kalau dilihat komposisinya, neraca perdagangan yang berasal dari nonmigas masih mengalami surplus 1,7 miliar dolar AS.

Sementara, neraca perdagangan dari migas mengalami defisit 932 juta dolar AS, sehingga kabar surplus ini cukup baik di tengah pandemi Covid-19 atau corona.

"Bisa dilihat bahwa selama bulan Maret 2020 kita masih mengalami surplus. Tentunya ini berita yang menggembirakan, kita akan lihat bagaimana pergerakan bulan April, Mei, dan seterusnya di tengah situasi yang masih tidak berketentuan," kata Suhariyanto.

Adapun, neraca perdagangan tahun berjalan selama Januari sampai dengan Maret 2020 juga masih surplus sebesar 2,62 miliar dolar AS.

Baca: Catatan BPS: Ekspor Meningkat Tipis 0,23 Persen

Secara rinci, Suhariyanto menambahkan, ekspor Januari sampai Maret adalah sebesar 41,79 miliar dolar AS, sementara impor sebesar 39,17 miliar dolar AS.

"Surplus sebesar 2,62 miliar dolar AS ini masih jauh lebih bagus dibanding posisi neraca perdagangan pada Januari sampai Maret 2019. Pada waktu itu mengalami defisit sebesar 62,8 juta dolar AS," pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini