News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Virus Corona

PT KAI Alami Penurunan Pendapatan Penumpang Sejak Ada Wabah Covid-19

Editor: Imanuel Nicolas Manafe
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Aktivitas Kereta Rel Listrik (KRL) commuter line di Stasiun Manggarai, Jakarta Pusat, Kamis (16/4/2020). KRL commuter line untuk wilayah Jabodetabek akan diberhentikan sementara mulai 18 April 2020, Penghentian tersebut dilakukan setelah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Banten. Tribunnews/Jeprima

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hari Darmawan

TRIBUNNEWS.COMJAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengungkapkan pihaknya mengalami penurunan pendatapan penumpang harian akibat wabah virus corona atau Covid-19.

Direktur Utama KAI, Edi Sukmoro mengatakan pada kuartal 1 tahun 2020 pendapatan penumpang harian KAI rata-rata sebesar Rp 21,13 miliar.

Baca: Pemprov DKI Soroti Gampangnya Izin Operasi Perusahaan saat PSBB, Minta Kemenperin Lebih Selektif

"Tetapi akibat wabah ini, pendapat KAI terus menurun seiring waktu. Bahkan pada 31 Maret 2020, pendapatan pemumpang harian hanya Rp 4 miliar," ucap Edi dalam konferensi video bersama Komisi VI DPR, Rabu (29/4/2020).

kemudian Edi juga menjelaskan pada bulan Maret 2020 sudah terjadi penurunan signifikan terhadap volume penumpang.

"Jumlah penumpang harian pada kuartal 1 tahun 2020 bisa mencapai 1,2 juta penumpang yang terdiri dari 775.501 Kereta Rel Listrik (KRL), 208.210 penumpang kereta api jarak jauh, dan 5.891 penumpang kereta bandara," kata Edi.

"Sementara per tanggal 31 Maret 2020, jumlah penumpang harian mengalami penurunan dan saat ini hanya 275.827 penumpang," lanjut Edi.

Tetapi menurut Edi, angkutan barang berbanding terbalik dengan angkutan penumpang.

Baca: Pebisnis Diperbolehkan Berpergian Pakai Pesawat, Komisi IX DPR Minta Ada Pengawasan Ketat

Bila angkutan penumpang mengalami penurunan, untuk angkutan barang terjadi peningkatan.

"Angkutan barang sepanjang maret 2020 mampu mendapatkan pendatapan hingga Rp 611 miliar, dan ini meningkat dari periode yang sama pada tahun sebelumnya yang hanya Rp 564 miliar," ucap Edi.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini