News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ini Kata Bos Telkom soal Saham yang Anjlok 11,8 Persen

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ilustrasi

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) (Persero) Tbk Ririek Adriansyah mengatakan jatuhnya harga saham perusahaan sebenarnya telah berlangsung sejak awal tahun ini.

Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI, melalui video conference, Selasa (5/5/2020).

Hal ini sekaligus menjawab pertanyaan terkait turunnya saham Telkom sebesar 11,8 persen saat mewabahnya virus corona (Covid-19).

Baca: Presiden Jokowi Diminta Terbitkan Perppu agar Pilkada Ditunda

Baca: Xavi Anggap Lionel Messi Bisa Bermain hingga Umur 39 Tahun

Kendati mengalami penurunan, Ririek menegaskan harga saham Telkom masih jauh lebih baik jika dibandingkan saham perusahaan lainnya yang fokus pula pada bidang telekomunikasi.

"Dibandingkan dengan saham perusahaan telekomunikasi yang lain, penurunan harga saham telekomunikasi masih bagus," ujar Ririek.

Ririek memaparkan, penurunan harga saham perusahaan telekomunikasi se-Asia Pasifik paling dalam dialami oleh China Unocom.

Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah  (Istimewa)

Harga saham perusahaan itu merosot hingga 31,74 persen. Kemudian, disusul Singtel dengan penurunan 16,91 persen; China Telcom 15,63 persen; dan Telestra 13,84 persen.

Harga saham TLKM per hari ini ditutup di level Rp 3.320. Bila dilihat sejak awal tahun, saham TLKM telah terkoreksi 16,37 persen.

Anggota DPR Usul Telkom Gratiskan Paket Data Internet Selama Krisis Corona

PT Telkom (Persero) diminta melakukan terobosan besar menggratiskan paket data internet di masa krisis pandemi Covid-19.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan (PDI-P), Ananta Wahana saat RDP secara virtual dengan Dirut PT Telkom (Persero) dan LKBN Antara, Selasa (5/5/2020).

Menurutnya, kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan imbauan bekerja dari rumah, belajar dari rumah, dan beribadah dari rumah membuat kebutuhan masyarakat dengan paket data internet menjadi sangat tinggi.

Baca: Harga Samsung Galaxy A31 di Indonesia, Miliki Layar Infinity-U Display dan 4 Kamera

Baca: 120 Ribu Lebih Spesimen Telah Diperiksa dari 88 Ribu Orang Terkait Covid-19

"Sebagai contoh, penggunaan data internet di rumah pasti naik dengan adanya anjuran stay at home ini. Tetapi tidak ada pemberian insentif paket berlangganan dari Telkom dan anak usahanya, Telkomsel," kata Ananta.

Ia menuturkan seharusnya negara hadir memberi stimulus paket data internet, baik untuk langganan di rumah maupun untuk smartphone.

Lampu bertuliskan 'Health Day' menyala di gedung Telkom Landmark Tower, bertepatan dengan peringatan Hari Kesehatan Dunia (World health Day) di Jakarta, Selasa (7/3/20200). PT Telkom Indonesia (Persero) menghiasi empat sisi gedungnya dengan lampu bertuliskan 'Health Day', untuk memperingati Hari Kesehatan Dunia (World Health Day), sekaligus ucapan terima kasih kepada para Tenaga Medis Indonesia yang hingga saat ini terus bekerja keras menjadi garda terdepan dalam menolong dan menyembuhkan pasien Virus COVID-19. TRIBUNNEWS/HO (TRIBUN/HO)
Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini