Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) (Persero) Tbk Ririek Adriansyah mengatakan jatuhnya harga saham perusahaan sebenarnya telah berlangsung sejak awal tahun ini.
Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI, melalui video conference, Selasa (5/5/2020).
Hal ini sekaligus menjawab pertanyaan terkait turunnya saham Telkom sebesar 11,8 persen saat mewabahnya virus corona (Covid-19).
Baca: Presiden Jokowi Diminta Terbitkan Perppu agar Pilkada Ditunda
Baca: Xavi Anggap Lionel Messi Bisa Bermain hingga Umur 39 Tahun
Kendati mengalami penurunan, Ririek menegaskan harga saham Telkom masih jauh lebih baik jika dibandingkan saham perusahaan lainnya yang fokus pula pada bidang telekomunikasi.
"Dibandingkan dengan saham perusahaan telekomunikasi yang lain, penurunan harga saham telekomunikasi masih bagus," ujar Ririek.
Ririek memaparkan, penurunan harga saham perusahaan telekomunikasi se-Asia Pasifik paling dalam dialami oleh China Unocom.
Harga saham perusahaan itu merosot hingga 31,74 persen. Kemudian, disusul Singtel dengan penurunan 16,91 persen; China Telcom 15,63 persen; dan Telestra 13,84 persen.
Harga saham TLKM per hari ini ditutup di level Rp 3.320. Bila dilihat sejak awal tahun, saham TLKM telah terkoreksi 16,37 persen.
Anggota DPR Usul Telkom Gratiskan Paket Data Internet Selama Krisis Corona
PT Telkom (Persero) diminta melakukan terobosan besar menggratiskan paket data internet di masa krisis pandemi Covid-19.
Hal itu disampaikan Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan (PDI-P), Ananta Wahana saat RDP secara virtual dengan Dirut PT Telkom (Persero) dan LKBN Antara, Selasa (5/5/2020).
Menurutnya, kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan imbauan bekerja dari rumah, belajar dari rumah, dan beribadah dari rumah membuat kebutuhan masyarakat dengan paket data internet menjadi sangat tinggi.
Baca: Harga Samsung Galaxy A31 di Indonesia, Miliki Layar Infinity-U Display dan 4 Kamera
Baca: 120 Ribu Lebih Spesimen Telah Diperiksa dari 88 Ribu Orang Terkait Covid-19
"Sebagai contoh, penggunaan data internet di rumah pasti naik dengan adanya anjuran stay at home ini. Tetapi tidak ada pemberian insentif paket berlangganan dari Telkom dan anak usahanya, Telkomsel," kata Ananta.
Ia menuturkan seharusnya negara hadir memberi stimulus paket data internet, baik untuk langganan di rumah maupun untuk smartphone.
Baca tanpa iklan