News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pengamat Nilai Tata Ulang Diperlukan untuk Menyelamatkan BPJS Kesehatan

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi BPJS

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio menilai BPJS Kesehatan membutuhkan penataan ulang demi menghindari defisit.

Agus menilai, sifat gotong royong dalam BPJS Kesehatan perlu dibangkitkan dalam penataan BPJS Kesehatan.

Baca: Teten Masduki Jelaskan 3 Fase Pemulihan Ekonomi Koperasi di Masa Pandemi

"Jadi kita harus tata ulang lagi, bagaimana ini sifat gotong royong harus dibangkitkan," ujar Agus Pambagio dalam diskusi Polemik MNC Trijaya, Sabtu (20/6/2020).

Menurut Agus, penataan ulang tersebut dapat dilakukan pada regulasi termasuk pada Undang-undang Nomor 24 Tahun 2011.

Agus mengatakan undang-undang tersebut telah berumur hampir 10 tahun, sehingga perlu dilakukan pembenahan.

Baca: KM Puspita Jaya Terbalik di Perairan Selat Sunda, 6 Orang Selamat, 10 Dinyatakan Hilang

"UU nomor 24 tentang BPJS itu mau dikaji ulang kan sudah hampir 10 tahun. Kita lihat lagi yang penting penataannya lebih bagus lagi dan menutup titik-titik bocoran," tutur Agus.

Menurut Agus, langkah ini dibutuhkan untuk menghindari kebocoran serta pote si fraud yang dapat terjadi di tubuh BPJS.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda

Berita Populer

Berita Terkini