News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Investor Pasar Modal Meningkat 18 Persen

Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Seorang wanita berjalan melewati layar besar yang menunjukkan angka-angka perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, jumlah investor telah mengalami peningkatan 18 persen menjadi 2,9 juta investor hingga Juni 2020.

Sekretaris Perusahaan BEI Yulianto Aji Sadono mengatakan, jumlah itu untuk total investor saham, obligasi, dan reksa dana berdasarkan Single Investor Identification (SID).

"Khusus untuk investor saham, peningkatan telah terjadi sebesar 12 persen menjadi 1,2 juta investor saham," ujarnya di Jakarta, Senin (13/7/2020).

Menurutnya, semua pencapaian ini merupakan kerja keras seluruh stakeholders yang tetap memberikan kontribusi dalam memajukan pasar modal Indonesia.

Selain itu, dia menyampaikan, BEI terus mengembangkan program-program baru yang berkontribusi terhadap kemajuan pasar modal.

Selain implementasi serangkaian program strategis yang ditargetkan untuk rampung pada tahun ini, BEI masih melakukan pengembangan sistem e-IPO, e-Registration tahap II, serta peluncuran produk derivatif baru dan structured warrant.

Selain itu, implementasi Penyelenggara Pasar Alternatif (PPA) melalui peluncuran ETP Tahap II dan inovasi-inovasi lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan perlindungan terhadap investor dan pendalaman di pasar modal.

"Melalui perayaan sederhana hari jadi ke-28 tahun ini, BEI berharap untuk terus berkembang menjadi Bursa yang kompetitif dan mampu bersaing dengan bursa-bursa lain di dunia. Dengan harapan ke depannya, BEI juga semakin kuat, kokoh, serta berkelanjutan untuk menjadi pilar kemajuan perekonomian Indonesia," pungkasnya.

Adapun dengan target 46 pencatatan efek baru pada tahun 2020, BEI telah berhasil menorehkan 41 pencatatan efek baru yang terdiri dari 32 pencatatan efek saham, 1 obligasi baru, 7 Exchange Traded Fund (ETF) baru, dan 1 Efek Beragun Aset (EBA).

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini