News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Serapan Anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional 38,6 Persen Per September 2020

Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

JUMAT BERKAH - Warga Rw 08 Perumahan Batuceper Indah, Kota Tangerang, menggelar kegiatan sosial Jumat Berkah, dengan membagikan paket sembako kepada ratusan warga terdampak Covid-19, Jumat (25/9/2020). Kegiatan yang diinisiasi oleh Ketua Rw 08, H Sukamto, ini digelar setiap hari Jumat sebagai wujud kepedulian warga Rw 08 untuk membantu sesamanya yang sedang membutuhkan bantuan akibat terdampak Covid-19. Warga bisa mendapatkan paket sembako gratis senilai Rp 15 ribu ini tanpa syarat apapun. WARTA KOTA/NUR ICHSAN

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memaparkan realisasi anggaran program pemulihan ekonomi nasional (PEN) mencapai 38,6 persen per 23 September 2020.

Inspektur Jenderal Kemenkeu Sumiyati mengatakan, progress pelaksanaan program penanganan pandemi corona atau Covid-19 itu sudah sebesar Rp 268,3 triliun.

Baca: Komisi XI DPR: Program PEN Bakal Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III

"Dari data per 23 September tahun 2020 ini sebesar Rp 268,3 triliun. Baru mencapai 38,6 persen dari pagu yang telah ditetapkan Rp 695 triliun," ujarnya saat webinar, Selasa (29/9/2020).

Sementara, penyerapan anggaran PEN terlihat naik setiap bulan yakni pada semester I 2020 sebesar Rp 124,62 triliun, Juli Rp 147,67 triliun, Agustus Rp 174,79 triliun, dan per 23 September Rp 268,3 triliun.

Baca: Mensos Pastikan Penyerapan Anggaran PEN TA 2020 Tetap Tinggi

"Penyerapan per bulan memang mengalami peningkatan. Namun, masih perlu di akselerasi agar lebih cepat lagi," kata Sumiyati.

Sementara itu, dia menambahkan, sekarang sudah berada di penghujung bulan September atau tinggal satu setengah hari lagi.

"September sisa hari ini dan besok. Kemudian, kita tinggal punya sisa waktu 3 bulan sampai Desember 2020," pungkas Sumiyati.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini