Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat konsumsi pemerintah secara year-on-year hanya tumbuh sebesar 2,96 persen di triwulan I 2021.
Kepala BPS Suhariyanto menyampaikan pertumbuhan terjadi karena peningkatan realisasi belanja barang dan jasa serta belanja bantuan sosial (APBN).
Menurutnya, realisasi belanja barang pada periode kuartal pertama tahun ini sebesar 40,51 persen dan jasa sebesar 16,52 persen sedangkan belanja pegawai mengalami kontraksi 2,01 persen.
"Ini berlaku untuk semua komponen barang dan jasa kecuali belanja perjalanan dinas akibat adanya kebijakan pembatasan," kata Suhariyanto dalam paparan, Rabu (5/5/2021).
Baca juga: BPS Sebut Ekspor Pertanian Maret 2021 Meningkat Dua Digit
Kenaikan belanja barang dan jasa baik pada pengeluaran konsumsi kolektif maupun individu lebih banyak terjadi di belanja non operasional.
Baca juga: BPS: Inflasi Maret 2021 0,08 Persen Dipicu Cabai Rawit dan Bawang Merah
"Belanja non operasional itu khususnya untuk penanganan pandemi Covid-19 seperti pengadaan obat-obatan dan vaksin," terang Suhariyanto.
Dia menekankan satu hal yang membuat konsumsi pemerintah tidak optimal disebabkan realisasi APBD yang berjalan lambat.
Pihaknya berharap pemerintah daerah bisa bergerak cepat mencairkan dana bantuan sosial.
"Kemarin Bapak Presiden sudah mengingatkan agar daerah dapat segera merealisasikan anggaran-anggaran yang ada. Kalau itu bisa diwujudkan konsumsi pemerintah akan membantu pemulihan ekonomi dengan pertumbuhan yang cukup kuat," imbuhnya,
Baca tanpa iklan