News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Aset YFI Disebut Kripto Pertama yang Tembus Rp 1 Miliar

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Choirul Arifin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi aset kripto

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Harga aset kripto yEarn.Finance (YFI) menjadi aset kripto pertama yang menembus Rp1 miliar, lebih mahal dari pada Bitcoin. 

Harga YFI menembus harga tertingginya Rp1,38 miliar pada akhir pekan lalu, saat Bitcoin sudah menunjukkan penurunan, bersamaan dengan Ethereum dan lainnya. 

CEO Indodax Oscar Darmawan mengatakan, YFI beberapa kali sudah melewati harga Bitcoin yang mengalami penurunan pada saat ini. 

“Beberapa hari ini, memang Bitcoin turun drastis. Tetapi, kita bisa melihat altcoin lain yang menguat, salah satu yang menarik adalah YFI. Kripto ini merupakan kripto pertama yang menembus Rp1 miliar, bahkan tertinggi melewati Rp1,3 miliar,” kata Oscar dalam keterangannya, Selasa (18/5/2021).

Baca juga: Facebook Bikin Mata Uang Kripto Bernama Diem, Siap Dirilis di AS

Oscar menjelaskan FYI merupakan ekosistem dari protokol yang dibangun di atas cryptocurrency Ethereum, untuk memudahkan interaksi pengguna dengan protokol DeFi, dan kemudian memaksimalkan persentase tahunan dalam mata uang kripto.

Baca juga: Risiko Tinggi Bermain Uang Kripto Sudah Ada di Jepang Sejak 2018

“Ada beberapa faktor mengapa harga YFI begitu mahal. Pertama adalah YFI yang memiliki supply maksimal yang lebih sedikit yaitu hanya 3.666 token saja,” paparnya. 

Baca juga: Indonesia Harus Waspadai Kejadian Hilangnya Dana Investor di Uang Kripto di Turki

Oscar pun menyebut, token yEarn.Finance sendiri sangat sedikit suplainya, sehingga kenaikan permintaan ini mendorong harga yEarn Finance jadi sangat tinggi. 

Di sisi lain, Oscar  menyatakan bahwa penurunan Bitcoin hal yang biasa di dunia kripto, di mana penurunan jadi kesempatan buat para trader membeli di murah. 

Kemudian, mendapatkan profit dengan menjualnya pada saat harga tinggi. Menurutnya, salah satu penyebab penurunan crypto saat ini terjadi karena pernyataan Elon Musk di Twitter yang mendorong aksi jual.

“Faktanya, banyak orang yang memanfaatkan penurunan harga Bitcoin untuk membeli, mereka membeli Bitcoin karena mumpung harga sedang murah. Setelah itu, mereka akan take profit saat harga naik atau kembali menembus level tertingginya,” papar Oscar.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini