News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Juli 2021 Bakal Terjadi Inflasi Tipis

Penulis: Bambang Ismoyo
Editor: Dewi Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Aktivitas pedagang telur di Pasar Klender Jakarta, Selasa (5/1/2021). Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi selama tahun 2020 terendah selama BPS merilis data inflasi, yaitu 1,68 persen. Inflasi sangat rendah dikarenakan penurunan daya beli akibat pandemi Covid-19. TRIBUNNEWS/HERUDIN

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) berdasarkan survei pemantauan harga pada minggu ketiga Juli 2021 mengatakan, perkembangan harga pada Juli 2021 masih relatif terkendali.

Diperkirakan inflasi pada bulan Juli 2021 bakal naik tipis.

"Perkembangan harga pada Juli 2021 masih relatif terkendali dan diperkirakan inflasi sebesar 0,01 persen (month to month/mtm)," ujar Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Erwin Haryono dalam keterangannya yang dikutip, Minggu (18/7/2021).

"Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi Juli 2021 secara tahun kalender sebesar 0,75 persen (year to date/ytd), dan secara tahunan sebesar 1,45 persen (year on year/yoy)," sambungnya.

Erwin melanjutkan, penyumbang utama inflasi Juli 2021 sampai dengan minggu ketiga yaitu komoditas cabai rawit sebesar 0,03 persen (mtm), tomat, kangkung, bawang merah, bayam, kacang panjang dan rokok kretek filter masing-masing sebesar 0,01 persen (mtm).

Baca juga: IHSG Berpotensi ke Zona Hijau Jelang Rilis Inflasi, Cermati Saham-saham Ini

Sementara itu, beberapa komoditas mengalami deflasi, antara lain daging ayam ras sebesar -0,08 persen (mtm), telur ayam ras sebesar -0,03 persen (mtm), emas perhiasan sebesar -0,02 persen (mtm), jeruk sebesar -0,02 persen (mtm), cabai merah dan kentang masing-masing sebesar -0,01 persen (mtm).

Erwin juga mengatakan, Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.

Kemudian, pihaknya akan melakukan langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

"Serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan," ujarnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini