News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Bulog Tercekik Bunga Bank, Buwas Minta Pemerintah Segera Bayar Utang Rp 4 Triliun

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Choirul Arifin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) berharap pemerintah segera membayar utang sebesar Rp 4 triliun, dari pembelian beras cadangan pemerintah (CBP) hingga disposal beras pada 2019.

"Saya sampaikan disposal 20 ribu ton lalu sampai saat ini belum ada pembayarannya. Negara punya utang ke kami Rp 173 miliar dari situ (disposal)," papar saat rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPR di gedung Parlemen, Senin (30/8/2021).

Selain itu, kata Buwas, Bulog juga harus menanggung biaya pembayaran komoditas pangan untuk bencana alam pada tahun lalu, dan bantuan sosial saat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). 

"Lalu CSHP (cadangan stabilitas harga pangan) gula juga belum dibayar. Hingga saat ini utang pemerintah hampir Rp 4 triliun belum terbayar, sedangkan untuk pembelian itu, Bulog pinjam ke bank dengan bunga komersil," ujar Buwas. 

Baca juga: Ada Beras Harus Dibuang karena Turun Mutu, Bulog Minta Pemerintah Gerak Cepat Ambil Keputusan

Menurutnya, Bulog juga harus mengeluarkan biaya yang tidak murah untuk perawatan beras maupun komoditas lain yang ada di gudang. 

Baca juga: Hingga 27 Agustus 2021, Stok Beras Bulog Mencapai 1,16 Juta Ton

"Beras yang kami beli, menahun dan perawatannya mahal dengan kualitas turun, kami jual tidak mungkin mahal, karena kemarin sudah kita uji, kami taksir berapa nilainya," paparnya.

Hingga 30 April 2021 Bulog mencatatkan aset senilai Rp 21,6 triliun. Sebanyak Rp 14,5 triliun di antaranya merupakan pinjaman bank-bank BUMN dengan bunga komersial 8 persen per tahun.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini