News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

WMP Bina Petani dan Peternak Muda Lewat Pelatihan Agribisnis

Penulis: Yanuar R Yovanda
Editor: Choirul Arifin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi - Pekerja memberikan pakan untuk stok ayam potong di agen ayam potong kawasan Cipinang Melayu, Jsakarta Timur, Senin (19/10/2020). Tribunnews/Jeprima

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Widodo Makmur Perkasa (WMP) mengembangkan pengetahuan petani dan peternak muda Indonesia melalui kegiatan pelatihan online.

Pada seri pelatihan angkatan III materi yang diberikan adalah seputar bisnis ayam petelur selama tiga hari pada 19 November, 22 November, serta 25 November 2021.

Direktur Utama WMP Tumiyana, Jumat (19/11/2021) mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan bekerja sama dengan Yayasan Kesatriaan Entrepreneur Indonesia (YKEI), lembaga non profit terpusat di Joglo Tumiyana, Klaten, Jawa Tengah. 

Di pelatihan ini, para wirausahawsan muda pelaku bisnis unggas berkesempatan mendapat pelatihan langsung dari pemateri berkompeten di industri tersebut. 

Tumiyana menjelaskan, kegiatan ini merupakan lanjutan dari kegiatan kesatriaan peternak dan petani muda angkatan I dan II yang dimulai pada 2020.

Baca juga: Petani Rumput Laut dan Peternak Sapi Terima Bantuan PUMK Sebesar Rp 3,5 Miliar

"Pada dua angkatan sebelumnya telah membina sekira 100 peternak dan petani muda Indonesia," katanya. 

Pihaknya berharap pada angkatan ke III dapat membina lebih banyak petani maupun peternak muda Indonesia untuk target jangka panjang menciptakan 1 juta entrepreneur muda Indonesia.

Baca juga: Stabilkan Harga Telur Ayam, Mentan SYL Serap Satu Juta Butir dari Peternak Mandiri

"Kami berkomitmen dapat terus menjalankan program pelatihan ini. Ke depan, kami juga mengumpulkan para alumni pelatihan dan membukakan akses terhadap lahan, pendanaan, hingga saluran distribusi untuk memajukan industri pangan berbasis kerakyatan," pungkas Tumiyana.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini