News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Jokowi: 2022 Akan Banyak Tantangan, Omicron Hingga Tapering Off

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Hendra Gunawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka perdagangan saham awal 2022 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (3/1/2022).

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi semua pihak pada tahun ini, mulai virus Covid-19 varian omicron hingga sentimen global seperti tapering off.

Tapering off adalah pengurangan stimulus moneter yang dikeluarkan bank sentral (The Fed) saat perekonomian sedang terancam dan membutuhkan banyak suntikan dana likuiditas.

Hal ini dilakukan The Fed dengan mengurangi ukuran program pembelian obligasi yang dikenal sebagai pelonggaran kuantitatif (Quantitative Easing/QE).

Baca juga: IHSG Hari Ini Diprediksi Melemah, Berikut Saham-saham yang Direkomendasikan

"Tahun 2022, kita tahu masih akan banyak tantangan-tantangan yang akan kita hadapi, baik omicron, kenaikan inflasi, tapering off," kata Jokowi saat pembukaan perdagangan saham awal 2022 di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (3/1/2022).

Selain itu, kata Jokowi, persoalan kelangkaan kontainer di berbagai negara juga dapat mengganggu kinerja ekspor Indonesia, yang bisa berdampak terhadap perekonomian.

"Saya kira tantangan inilah yang akan kita hadapi, dan saya meyakini dengan semangat kerja keras bersama tantangan-tantangan itu akan kita lalui dengan baik," papar Jokowi.

Baca juga: Perdagangan Terakhir IHSG di 2021 Berada di Zona Merah, Turun 0,29 Persen

Dalam menjaga ekonomi mengalami pertumbuhan berkualitas, Jokowi menyebut pemerintah akan melakukan pelarangan ekspor bauksit, tembaga, dan timah, setelah menghentikan ekspor bijih nikel.

"Neraca dagang kita surplus 34,4 miliar dolar AS, ekspor kita juga naik (yoy) 49,7 persen, impor juga naik bahan baku bahan penolong 52,6 persen, ekspor kita kenapa naik seperti itu salah satunya karena kita hentikan ekpsor raw material. Hilirisasi jadi kunci kenaikan ekspor kita," ujar Jokowi.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini