Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ismoyo
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Rusia diprediksi bakal mengalami gagal bayar (default) dalam kewajiban surat utangnya.
Raksasa bank investasi multinasional, JPMorgan mengungkapkan, hal tersebut imbas dari adanya berbagai sanksi ekonomi yang diterima Rusia secara bertubi-tubi.
Diketahui, Uni Eropa, Amerika Serikat, Inggris dan lain-lain telah memukul Rusia dengan berbagai sanksi setelah invasi ke Ukraina.
Baca juga: Jerman Minta PBB Usut Pelanggaran HAM Berat Invasi Rusia ke Ukraina
Mereka juga telah memberlakukan pembekuan aset, larangan perjalanan dan pembatasan lainnya pada banyak individu Rusia termasuk Presiden Vladimir Putin sendiri.
Berdasarkan catatan JP Morgan, Rusia memiliki pembayaran obligasi atau utang senilai lebih dari 700 juta dolar AS yang jatuh tempo di bulan ini.
Namun secara teori, Rusia memiliki cadangan yang cukup untuk menutupi utang, dalam praktiknya pembekuan beberapa aset dan tindakan lain dapat mempengaruhi kemampuannya untuk melakukan pembayaran.
"Sanksi entitas pemerintah Rusia oleh Amerika Serikat, tindakan balasan di Rusia untuk membatasi pembayaran asing, dan gangguan rantai pembayaran menghadirkan rintangan tinggi bagi Rusia untuk melakukan pembayaran obligasi di luar negeri," kata JPMorgan seperti dikutip Tribunnews dari Reuters, Kamis (3/3/2022).
Baca juga: 80 WNI di Ukraina Berhasil Dievakuasi Diterbangkan Dengan Garuda ke Indonesia
"Sanksi telah secara signifikan meningkatkan kemungkinan gagal bayar obligasi mata uang keras pemerintah Rusia," sambungnya.
Menurut analisis JP Morgan, tanggal krisis pertama adalah 16 Maret ketika dua pembayaran kupon obligasi jatuh tempo.
Meskipun banyak utang, Rusia memiliki masa tenggang 30 hari, yang akan mendorong kembali setiap momen formal default ke 15 April.
Rusia memiliki utang pasar internasional senilai di bawah 40 miliar dolar AS. Meskipun ini adalah jumlah yang kecil untuk ekonomi Rusia. Namun, setiap pembayaran yang terlewat akan memicu serangkaian peristiwa.
Baca juga: Alasan Negara Muslim Chechnya Bantu Serangan Rusia, Ingin Tumpas Kekuatan Besar di Balik Ukraina
Kekhawatiran default mengikuti peringatan dari Institute of International Finance (IIF) minggu ini, yang menandai bagaimana kira-kira setengah dari 640 miliar dolar AS cadangan devisa Rusia telah secara efektif dibekukan oleh sanksi internasional.
Baca tanpa iklan