News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

BUMN Gencar Jalankan Program Bersih-bersih, Erick Thohir: Korupsi Setiap Tahun Pasti Terjadi

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Muhammad Zulfikar
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir (kiri). Erick Thohir akan terus menjalankan program bersih-bersih BUMN melalui sinergi dengan penegak hukum.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir akan terus menjalankan program bersih-bersih perusahaan pelat merah melalui sinergi dengan penegak hukum. 

"Kalau kita bicara korupsi, pasti setiap tahun terjadi. Tetapi yang penting bagaimana meminimalisasi kasus-kasus korupsi dengan sistem yang diperbaiki, sehingga bisa berjalan continue jangka panjang," kata Erick di kantor Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (27/6/2022).

Menurutnya, program bersih-bersih yang bekerja sama dengan institusi pemerintah, bukan hanya sekadar menangkap pelaku yang diduga melakukan korupsi tetapi juga memperbaiki sistem di BUMN maupun Kementerian BUMN.

Baca juga: Jaksa Agung Umumkan Dua Tersangka Baru Kasus Korupsi Garuda, Erick Thohir Sebut Bersih-bersih BUMN

"Jadi bagaimana program ini bisa menyelamatkan, merestrukturisasi dan sebuah solusi yang baik untuk kita semua," papar Erick. 

Erick mencontohkan, program bersih-bersih yang dijalankan di Jiwasraya sudah menghasilkan perbaikan, berkat dorongan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan sinergi Kejaksaan Agung serta BPKP.

"Kita bisa membuktikan sekarang perbaikan Jiwasraya sudah hampir menyeluruh belum sempurna, tapi sudah ke arah yang baik begitupun Asabri," paparnya.

"Proses bisnis yang baik, harus menjadi landasan di perusahaan-perusahaan BUMN, BUMN harus sehat tetapi tidak kalah pentingnya BUMN harus hadir dalam mengintervensi yang namanya ketidakseimbangan di ekonomi," ujar Erick.

Jaksa Agung Umumkan Dua Tersangka Baru Kasus Korupsi Garuda

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebut penetapan dua tersangka baru dugaan kasus korupsi pengadaan pesawat di PT Garuda Indonesia (Persero), merupakan hasil kolaborasi semua pihak.

"Ini adalah bukti bagaimana kita kalau mau berkolaborasi dengan baik sesama institusi pemerintah, dan tentu dikelola secara profesional, transparan, kita bisa menghasilkan sesuatu yang baik buat negara dan bangsa ini," kata Erick di kantor Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (27/6/2022).

Baca juga: Tangani Wabah PMK di Jawa Timur, Erick Thohir Dorong BUMN Sinergi dengan Kementan

Menurutnya, tim Kejaksaan Agung telah bekerja 24 jam bersama BKPK dan Kementerian BUMN untuk memastikan program bersih-bersih perusahaan pelat merah berjalan maksimal.

"Program bersih-bersih BUMN ini bukan kita hanya ingin menangkap, tetapi yang terpenting bagaimana program ini kami memperbaiki sistem yang ada di perusahaan-perusahaan BUMN dan Kementerian BUMN," paparnya. 

Sebelumnya, Jaksa Agung RI ST Burhanuddin mengumumkan dua tersangka baru dalam dugaan kasus tindak pidana korupsi dalam pengadaan pesawat di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk tahun 2011-2021.

"Kami juga menetapkan tersangka baru, sejak senin tanggal 27 Juni 2022 hasil ekspose kami menetapkan dua tersangka baru," ujar Burhanuddin dalam konferensi pers di Kompleks Kejagung, Jakarta Selatan, Senin (27/6/2022).

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini