News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Nilai Tukar Rupiah

Rupiah Terus Melemah Terhadap Dolar AS, Senin Sore Tembus ke Level Rp 15.319

Penulis: Bambang Ismoyo
Editor: Muhammad Zulfikar
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi Rupiah. Nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berada di level Rp15.319 pada Senin (10/10/2022) sore.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berada di level Rp15.319 pada Senin (10/10/2022) sore.

Sebelumnya pada Jumat (7/10/2022), rupiah terpantau berada di level Rp 15.251.

Pengamat Pasar Keuangan Ibrahim Assuaibi mengatakan, untuk Selasa (11/10/2022) nilai tukar rupiah diprediksi masih mengalami fluktuasi, dan berpotensi melemah di rentang Rp15.180 hingga Rp15.260.

Baca juga: Nilai Tukar Rupiah Masih Dibayangi Sinyal Kenaikan Suku Bunga The Fed, Diprediksi ke Level Rp15.290

"Dalam perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup melemah 68 poin walaupun sebelumnya sempat melemah 70 poin dilevel Rp15.319 dari penutupan sebelumnya di level Rp15.251," ucap Ibrahim dalam keterangan tertulis yang diperoleh Tribunnews, Senin (10/10/2022).

"Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp15.300 hingga Rp15.360," sambungnya.

Ibrahim kembali mengatakan, fluktuasi nilai tukar rupiah dibayangi dikarenakan pasar masih menyoroti sejumlah faktor eksternal dan internal.

Utamanya, indeks dolar AS yang semakin mengalami penguatan.

Dolar menguat terhadap mata uang lainnya di Senin setelah laporan pekerjaan AS yang kuat memberi sinyal Federal Reserve untuk melunakkan retorika hawkish-nya.

Baca juga: Cadangan Devisa RI Turun karena Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Sementara kekhawatiran atas ketidakstabilan geopolitik di Eropa dan Asia mendorong perdagangan safe haven ke dolar.

Dengan adanya laporan tersebut menunjukkan bahwa the Fed untuk terus mengetatkan kebijakan menaikkan suku bunga, untuk memerangi inflasi.

"Pasar memperkirakan kemungkinan 81 persen bahwa bank sentral akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin bulan depan," ucap Ibrahim. 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini