Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pemerintah berupaya membantu perusahaan industri guna menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan.
Melalui prinsip ini, Agus mengatakan segala bentuk kegiatan industri bisa memperhatikan dampak terhadap lingkungan.
Baca juga: Pemerintah dan Industri Harus Kolaborasi Dukung Pembiayaan Pendidikan di Daerah Tertinggal
"Kita melakukan program ini tidak lain dari upaya kita untuk memfasilitasi dan membantu industri. Mereka (industri) juga bagian penting dan utama bagi upaya kita untuk melestarikan lingkungan," kata Agus melalui keterangan tertulis, Sabtu (26/11/2022).
Hal tersebut diungkapkan oleh Agus saat Launching Penghargaan Industri Hijau April 2022.
Penerapan Industri Hijau merupakan upaya pencegahan terhadap emisi dan limbah.
Hal ini berhubungan erat dengan hasil penilaian Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan (PROPER).
Kemenperin memberikan Penghargaan Industri Hijau Berkinerja Terbaik dari Kementerian Perindustrian kepada Dua unit usaha Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas, PT. OKI Pulp & Paper Mills (OKI Pulp & Paper) dan PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk (IKPP - Tangerang Mills).
Secara simbolis Komisaris Utama PT OKI Pulp & Paper Suhendra Wiriadinata, dan Head of Sustainability PT IKPP - Tangerang Mills, Kholisul Fatikhin menerima penghargaan Industri Hijau Berkinerja Terbaik ini dari Direktur Jenderal Kemenperin Putu Juli Ardika di Gedung Kemenperin.
Komisaris Utama PT OKI Pulp & Paper yang juga selaku Direktur APP Sinar Mas, Suhendra Wiriadinata, mengatakan pihaknya berkomitmen untuk mengurangi jejak karbon dalam proses produksinya hingga 30 persen.
Serta melakukan perlindungan dan konservasi lebih dari setengah juta hektar hutan alam dan memberikan dampak positif bagi para pemangku kepentingan di seluruh bisnis dan rantai pasokan APP Sinar Mas, termasuk masyarakat sekitar.
"Kami percaya dengan terus mempromosikan dan menerapkan pentingnya praktik industri yang berkelanjutan, selain menjaga kelestarian lingkungan, juga mampu meningkatkan daya saing industri Indonesia di pasar global," ucap Suhendra.
Secara umum, kriteria penilaian Industri Hijau didasarkan pada tiga hal utama, yakni proses produksi yang meliputi efisiensi produksi, penggunaan material input, energi, air, teknologi proses, sumber daya manusia dan lingkungan kerja di ruang proses produksi.
Kemudian, kinerja pengelolaan limbah meliputi penurunan emisi CO2 (untuk industri besar), pemenuhan bahan baku mutu lingkungan (industri sedang), serta manajemen perusahaan.