4. Perencanaan perjalanan dan pelacakan kendaraan, di mana dengan aplikasi seluler, pengguna dapat merencanakan perjalanan dari titik A ke titik B, melacak posisi transportasi umum di peta, dan mendapatkan informasi kapan kendaraan tersebut tiba.
5. Portal dan aplikasi akan membantu membuat aturan tarif yang lebih fleksibel, mengelola rute, inventaris, memberikan laporan & analisis, multi-user dan multi-bahasa sehingga menjaga efisiensi armada.
“Sistem pembayaran merupakan salah satu yang bisa ditingkatkan pada sistem transportasi saat ini. Sistem yang terintegrasi dan terpersonalisasi akan memudahkan tak hanya bagi pemerintah dan operator tapi juga penumpang," ungkap David Santoso.
Penumpang juga tidak perlu lagi khawatir ketika kartu hilang atau tertinggal. Mereka tetap dapat menggunakan saldo yang sebelumnya telah diisi karena semua terdata oleh sistem ABT di akun mereka,” jelas David Santoso.
Bagi operator, sistem seperti itu sangat bermanfaat karena biaya operasional yang lebih rendah dibandingkan dengan pembayaran angkutan perkotaan saat ini yang sudah menggunakan kartu nontunai tapi memerlukan pemrograman ulang yang konstan.
“Saat ini, perusahaan berhasil menyelesaikan penerapan lokal untuk sistem ABT di beberapa kota dan kini siap untuk peluncuran nasional. Kami berharap semakin banyak kota yang menerapkan sistem ABT dalam sistem transportasinya sehingga kita bisa selangkah lebih maju untuk mewujudkan smart city,” ujar David.
Baca tanpa iklan