Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dan Emirates Global Alumina (EGA) mengumumkan penyelesaian 5 (lima) tungku peleburan yang sudah diperbaharui dengan menggunakan teknologi dari EGA.
Langkah ini merupakan bagian dari rencana besar Inalum dalam meningkatkan produksi hingga double capacity.
Direktur Utama Inalum Danny Praditya mengatakan, EGA sebagai perusahaan aluminium global yang berada di Uni Emirat Arab memiliki keahlian di bidang teknologi modern di sektor peleburan aluminium.
Keahlian tersebut, lanjut dia, membuat Inalum menjadikan EGA sebagai mitra kolaborasi dalam peningkatan kapasitas produksi aluminium di Kuala Tanjung.
"Selanjutnya kami akan mengevaluasi hasil ini untuk tahap berikutnya dari proyek yang lebih luas, selaras dengan Nota Kesepahaman yang telah disepakati untuk meningkatkan kemitraan antara Indonesia dan UEA” ujar Danny saat dikonfirmasi, Selasa (10/10/2023).
Penyelesaian tungku percontohan merupakan bagian awal dari rencana besar INALUM dalam pengembangan 298 tungku di Potlines 1 dan Potlines 3 di Smelter Kuala Tanjung.
Menargetkan peningkatan daya energi dari 195ka ke 215ka, dan diperkirakan bisa meningkatkan produksi hingga 10 persen.
Pengembangan 5 tungku telah menghabiskan waktu 1,5 tahun dengan pengerjaan meliputi pembuatan desain tungku dan pengimplementasiannya.
"Pembangunan juga mencakup perbaikan signifikan pada struktur atas (kerangka untuk anoda dan busbar) dan potshell, serta menggabungkan Sistem Kontrol Tungku milik EGA yang lebih modern sehingga bisa memaksimalkan produksi sekaligus mengurangi konsumsi energi dan emisi lingkungan," tuturnya.
Baca juga: Komitmen Jaga Wilayah Maritim, MIND ID dan Inalum Hadirkan Program Pohon Asuh
Chief Executive Officer EGA Abdulnasser Bin Kalban menyebut ini merupakan tonggak penting dalam penerapan teknologi peleburan yang lebih modern di Inalum dan berharap bisa menjadi langkah awal dalam kolaborasi lanjutan dengan Inalum dan Indonesia pada khususnya.
"Keberhasilan penyelesaian permulaan pot percontohan ini merupakan tonggak penting baik dalam proyek kami untuk menyebarkan pengetahuan teknologi EGA di Indonesia, dan potensi kemitraan kami yang lebih luas. dengan Inalum," tambahnya.
Menurut Abdulnasser, tim teknologi EGA memiliki rekam jejak kesuksesan selama puluhan tahun, menciptakan nilai bagi EGA tidak hanya di UEA tetapi juga secara internasional.
Mereka memilih berkolaborasi dengan EGA terkait teknologi DX+ Ultra karena EGA telah mengembangkan teknologi peleburan aluminiumnya sendiri selama lebih dari 30 tahun.
EGA dan Inalum telah menandatangani perjanjian terpisah yang memberikan kesempatan kepada EGA untuk memiliki hak eksklusif dalam penyediaan teknologi peleburan aluminium DX+ Ultra miliknya dalam rangka perluasan pabrik peleburan Kuala Tanjung.
Baca tanpa iklan