News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Percepat Dekarbonisasi, Teknologi CCS Bakal Diterapkan di PLTU Batubara

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Choirul Arifin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya, Cilegon, Banten, Selasa (28/6/2022). TRIBUNNEWS/JEPRIMA

Laporan Wartawan Tribunnews, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PLN Indonesia Power menyampaikan strategi akselerasi dekarbonasi di  tubuh perseroan, satu di antaranya pengembangan teknologi Carbon Capture Storage (CCS) di pembangkit listrik.

Hal tersebut disampaikan PLN IP pada gelaran United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) COP28 pada 30 November - 12 Desember 2023 di Dubai, Uni Emirat Arab.

Direktur Utama PLN Indonesia Power Edwin Nugraha Putra dalam sesi diskusi Panel di Indonesia Pavilion menyampaikan, PLN telah melakukan kajian untuk memprioritaskan melakukan retrofit CCS pada pembangkit listrik fosil.

Menurutnya, perusahaan juga telah memetakan 19 pembangkit fosil berkapasitas besar serta potensi kapasitas penyimpanannya.

“Kami bersama PLN berkomitmen penuh untuk mengakselerasi dekarbonasi di Indonesia. Salah satu programnya adalah pengembangan CCS untuk 19 PLTU batubara PLN, dimana 9 PLTU milik PLN IP, program ini untuk mendukung transisi energi menuju Net Zero Emission 2060,” ujar Edwin ditulis Jumat (8/12/2023).

Baca juga: PLTU Pelabuhan Ratu Segera Disuntik Mati, Sudah Diusulkan ke Skema Pendanaan JETP

Ia menyebut, ke depan PLN akan menjalin kerja sama dengan mitra profesional untuk melakukan kajian teknis lebih lanjut dan melaksanakan uji coba pada pembangkit listrik.

Selain itu, perseroan pun mengusulkan regulasi yang memungkinkan proyek CCS dapat meningkatkan ketersediaan penyimpanan karbon di seluruh negara dan dukungan pendanaan.

Kemudian, menjajaki opsi pembiayaan untuk proyek CCS agar layak secara ekonomi bagi industri ketenagalistrikan di Indonesia dengan kombinasi kepemilikan dan pajak karbon.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini