Laporan wartawan Tribunnews.com, Endrapta Pramudhiaz
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perundingan dagang Indonesia-Uni Eropa atau Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) masih dalam tahap pembahasan.
Menteri Perdagangan Budi Santoso optimistis perundingan ini akan selesai pada kuartal pertama tahun depan.
"Kuartal pertama tahun depan mudah-mudahan selesai," katanya ketika ditemui di kawasan Cikupa, Tangerang, Selasa (5/11/2024).
Baca juga: Ekonomi Bergejolak, Ekspor Mobil Tahun 2024 Diprediksi Turun 10 Persen
"Jadi kita kita kejar terus perundingan-perundingannya karena ada beberapa yang pending. Mudah-mudahan cepat-cepat kita negosiasikan lagi," lanjutnya.
Menurut dia, perundingan perdagangan memang tidak selalu berjalan mulus.
Ia menilai salah satu kendala utama yang dihadapi adalah adanya perbedaan keinginan antara kedua pihak.
"Tentu kan namanya perundingan pasti dia minta ini, kita minta itu. Itu kan kadang-kadang belum sepakat," ujar Budi.
Namun, ia memastikan bahwa kendala yang sekiranya dapat menghambat proses perundingan sudah dapat diidentifikasi dan diharapkan dapat terselesaikan.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap IEU-CEPA dapat segera diselesaikan setelah mendapat instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Airlangga mengatakan, Prabowo telah memberikan lampu hijau agar perundingan IEU-CEPA bisa difinalisasi.
Baca juga: Kelola 3 Pusat Distribusi, Industri Furnitur RI Perkuat Pasar Ekspor ke AS
"Bapak Presiden telah memberikan greenlight (lampu hijau) agar perundingan IEU-CEPA itu segera diselesaikan,” kata Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (30/10/2024) malam.
Usai diinstruksikan Prabowo, Airlangga langsung berkoordinasi dengan Budi Santoso untuk merampungkan beberapa hal teknis, sehingga prosesnya bisa masuk ke tahapan legal drafting.
Adapun beberapa poin perundingan IEU-CEPA di antaranya mengenai transmisi digital hingga mekanisme transparansi importasi.
Soal poin negosiasi, Airlangga memastikan Indonesia telah memberikan konsesi, serupa dengan konsesi di Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) alias perjanjian perdagangan bebas yang melibatkan negara-negara Asia Pasifik.
"Nah ini terkait dengan hal tersebut kita sudah memberikan konsesi yang sama di dalam RCEP. Dimana Indonesia menjadi lead daripada RCEP,” katanya.
“Sehingga seperti dalam perjanjian internasional biasanya mereka ingin mendapatkan fasilitas yang setara dengan perjanjian lain. Jadi karena kita sudah memberikan di RCEP maka tentunya wajar juga kalau kita ini berikan di dalam IEU-CEPA,” kata Airlangga.
Sebagaimana diketahui, perundingan dagang antara Indonesia dan Eropa sudah berlangsung selama lebih dari delapan tahun ketika secara resmi diluncurkan pada Juli 2016.
Kala itu, peluncuran perundingan IEU-CEPA dilakukan saat Menteri Perdagangan masih dijabat oleh Thomas Trikasih Lembong.