News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kemenperin Optimistis Kinerja Industri Tahun Ini Akan Lebih Baik

Penulis: Lita Febriani
Editor: Choirul Arifin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KINERJA INDUSTRI - Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Eko Cahyanto di kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta Selatan, Jumat (24/1/2025). Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Desember 2024 ekspansif ke angka 51,2 poin, naik dari 49,6 poin pada bulan sebelumnya.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2024. Tahun lalu, ekonomi Indonesia tumbuh 5,03 persen, melambat dari capaian pada 2023 sebesar 5,05 persen.

BPS juga mencatat, industri pengolahan berkontribusi 19,13 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada triwulan IV-2024, tumbuh 4,89 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Eko S.A Cahyanto, menyatakan pihaknya optimis kinerja industri akan tetap mampu menjadi penyokong ekonomi Indonesia.

"Kami sangat optimis melihat kinerja industri dalam dua bulan terakhir, di bulan Desember dan Januari yang kami nilai dan hitung melalui Indeks Kepercayaan Industri yang naik cukup signifikan dan juga angka yang dirilis S&P global melalui PMI," tutur Eko ditemui di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (5/2/2025).

Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Desember 2024 mampu rebound dan ekspansif ke angka 51,2 poin, naik dari 49,6 poin pada bulan sebelumnya.

Sementara saat Januari, PMI Indonesia berada pada level 51,9 poin atau naik dari Desember 2024 yang ada di level 51,2 poin.

"Kami optimis tahun ini kita bisa mengejar target pertumbuhan seperti yang sudah kita rencanakan," ungkap Eko.

Sementara kinerja industri yang dinilai melambat pada tahun lalu, Eko menyebut hal tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor.

Baca juga: Kinerja Industri Otomotif dan Dukungan Rantai Pasok Lokal

Faktor kondisi geopolitik dan ekonomi global sedikit banyak memengaruhi kinerja industri dalam negeri. Di tambah kondisi penurunan daya beli juga tidak lepas menjadi faktor penentu performa industri.

Baca juga: Kawasan Industri Morowali Rumuskan Pembangunan Berkelanjutan Industri Nikel

"Kita perlu memperhatikan aspek-aspek yang bisa mempengaruhi pertumbuhan ekonomi ini, baik dari internal di dalam negeri maupun global. Kita tahu kondisi global ini sedang tidak baik-baik saja, yang pasti akan berdampak pada pertumbuhan industri kita," ucapnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini