News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Super Holding Danantara

Rosan Roeslani Tegaskan Danantara Bakal Kelola Aset GBK

Penulis: Nitis Hawaroh
Editor: Seno Tri Sulistiyono
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

GABUNG DANANTARA - CEO Danantara Rosan Roeslani menyatakan, sebanyak 844 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah resmi bergabung dan menjadi bagian dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) akan mengelola aset di bawah Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) salah satunya Gelora Bung Karno (GBK).

CEO Danantara Rosan Roeslani menyatakan, aset GBK ini tercatat sebesar 25 miliar dolar Amerika Serikat (AS) berdasarkan catatan Kemensetneg pada 8 tahun lalu. Dia bilang, Danantara akan melakukan perencanaan yang matang agar aset ini bisa dikelola secara produktif.

"GBK yang ada di Mensetneg nilainya di value 8 tahun yang lalu itu nilainya 25 miliar dolar AS. Nah jadi GBK dan seluruh lokasi yang ada di sini akan dimasukkan ke dalam Danantara," kata Rosan usai menghadiri Townhall Meeting Danantara di JCC Senayan, Senin (28/4/2025).

Baca juga: Rosan Roeslani Bakal Evaluasi Total 844 BUMN yang Gabung Danantara, Libatkan Pihak Luar Negeri

Rosan bilang, Danantara akan mengelola aset GBK ini agar bisa menghasilkan investasi maupun peningkatan aset sesuai dengan parameter atau kriteria dengan yang lainnya.

Aset yang bisa menghasilkan baik dari return of asset, return of investment. Sesuai dengan parameter atau kriteria pembandingan dengan yang lainnya.

"Jadi ini semua akan, yang tadinya berada di dalam Setneg akan berada di bawah Danantara itu," tutur dia.

Selain itu, Rosan menegaskan bahwa dari 844 BUMN yang sudah resmi dikelola Danantara itu tercatat aset yang masuk sebanyak 982 miliar dolar AS. Nantinya, dengan masuknya GBK dalam pengelolaan Danantara asetnya akan bertambah senilai 1 triliun dolar AS.

"Jadi kalau di total itu ada 844 perusahaan. Dan itu sudah resmi berada di milik Danantara sejak 21 Maret yang lalu ya.  Jadi kami bisa melakukan konsolidasi dan kami sudah lakukan secara bertahap terhadap yang besar-besar yang punya dampak besar terhadap perekonomian," ungkapnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini