Dimana Nikkei 225 di Tokyo naik 0,5 persen, sedangkan indeks Shanghai turun 0,9 persen.
Sementara Pasar saham Eropa juga langsung bereaksi negatif. Indeks CAC 40 Prancis turun tajam 1,7 persen.
Dolar Terjun Bebas
Selain menekan pasar saham, ancaman tarif dagang Presiden Trump juga memicu pelemahan nilai tukar dolar AS.
Investor khawatir eskalasi perang dagang dengan Uni Eropa akan memperburuk sentimen ekonomi dan menekan prospek pertumbuhan AS hingga indeks dolar bergerak turun pada perdagangan Jumat (24/5/2025).
Dalam perdagangan Indeks Dolar AS (Indeks DXY), yang mengukur greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama, turun 0,8 persen menjadi 99,09, menyentuh level terendah tiga minggu.
SementaradDalam sepekan, indeks ini telah turun 1,9 persen, menandai penurunan mingguan terbesar sejak awal April. Dolar merosot turun lebih dari 1,8 persen untuk minggu ini setelah mencatatkan kenaikan tipis pada perdagangan sebelumnya.
Analis pasar menilai pelemahan dolar ini mencerminkan kekhawatiran bahwa konflik dagang antara AS dan Uni Eropa bisa menghambat pertumbuhan ekonomi, memperburuk sentimen pasar, dan memicu perlambatan investasi global.
"Perang dagang yang berlangsung membuat negara-negara mulai mengevaluasi kembali ketergantungan mereka pada Amerika Serikat," ujar Elias Haddad, ahli strategi pasar senior di Brown Brothers Harriman di London,dikutip dari Reuters.
(Tribunnews.com / Namira)
Baca tanpa iklan