News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Industri Logistik Diwarnai Perang Tarif yang Tidak Rasional

Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PERANG TARIF - Di tengah pertumbuhan pesat sektor perdagangan dan e-commerce, industri logistik Indonesia justru masih menghadapi tantangan serius. Persaingan harga yang tidak sehat, lemahnya koordinasi antar pelaku, serta belum adanya sistem regulasi yang jelas dan terintegrasi menjadi hambatan utama bagi efisiensi sektor ini.

“Ketika tidak ada jaminan kualitas layanan, perusahaan besar memilih jalannya sendiri. Ini menjadi alarm bahwa sistem nasional kita perlu pembenahan serius,” katanya.

Sebagai solusi, Pahlevi mendorong penguatan Sistem Logistik Nasional (Sislognas) untuk menyatukan regulasi dan koordinasi antar pelaku di bawah satu payung kebijakan.

“Kalau sistemnya terintegrasi, biaya bisa ditekan, efisiensi meningkat, dan investor akan lebih percaya,” imbuhnya.

Ia juga menekankan pentingnya BUMN untuk kembali ke fokus bisnis utama (core business) masing-masing.

Menurutnya, BUMN bukan sekadar pencetak keuntungan, melainkan instrumen untuk mendukung kesejahteraan nasional.

“Pos Indonesia fokus di logistik, Krakatau Steel fokus di baja. BUMN harus kembali ke ‘por’-nya. Kalau fondasinya kuat, sistem akan lebih kokoh,” tegasnya.

Pahlevi menutup dengan peringatan bahwa tanpa regulasi tarif dan standar layanan yang jelas, terutama di tahap awal pengiriman (first mile), pelaku logistik nasional akan terus dihantam oleh persaingan tidak sehat.

“Logistik itu ujung tombak perekonomian. Kalau pondasinya rapuh, distribusi nasional juga akan pincang,” pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini