TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Danareksa (Persero) atau Holding BUMN Danareksa berkomitmen mendukung penguatan ekosistem karbon biru melalui pengelolaan dan optimalisasi kawasan industri hijau yang berkelanjutan.
Inisiatif karbon biru yang dicanangkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) diharapkan dapat berkontribusi dalam upaya bersama mitigasi perubahan iklim, serta memberikan dampak secara bisnis dan manfaat bagi masyarakat sekitar kawasan industri yang dikelola Holding BUMN Danareksa.
Baca juga: Perluas Akses Pasar UMKM, Holding BUMN Danareksa Gabung Festival Ekonomi Kreatif
Direktur Utama Holding BUMN Danareksa Yadi Jaya Ruchandi mengatakan bahwa integrasi konsep karbon biru menjadi bagian penting dalam strategi pengembangan kawasan industri yang berorientasi pada keberlanjutan.
Melalui kerja sama dengan KKP, Holding BUMN Danareksa berencana mengimplementasikan konservasi dan rehabilitasi di pesisir kawasan industri sehingga dapat memberikan dampak secara ekonomi dan sosial.
“Pendekatan ini diharapkan dapat mempertegas komitmen Holding BUMN Danareksa dalam mewujudkan ‘Net Zero Emission’, meningkatkan daya tarik investasi global, membuka akses green funding, memberdayakan masyarakat sekitar kawasan industri dalam kegiatan konservasi, serta menjadi sumber pendapatan baru dari carbon credit," ujar Yadi dalam pernyataannya dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Karbon Biru dan Land Value Capture for Sustainable Coastal Development: Global Best Practices and Challenges” yang diselenggarakan oleh KKP di Bandung, Jawa Barat, Senin(20/10/2025).
Baca juga: JIEP Tuan Rumah Program Tanam Pohon Holding BUMN Danareksa
Sebagai langkah implementatif, terdapat tiga kawasan industri anggota Holding BUMN Danareksa, yaitu PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN), PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW), dan PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) yang akan berperan aktif dalam pelaksanaan inisiatif di lapangan.
Sebagai informasi, karbon biru adalah karbon yang tersimpan dalam ekosistem pesisir dan laut seperti mangrove, padang lamun, dan rawa payau. Ekosistem-ekosistem ini mampu menyerap dan menyimpan karbon dioksida dalam jumlah besar, baik dalam biomassa tanaman maupun dalam sedimen dasar laut.
“Ke depan, strategi pengembangan kawasan industri di Holding BUMN Danareksa akan diarahkan pada penerapan ekonomi sirkular (circular economy), pemanfaatan energi terbarukan, serta integrasi proyek karbon biru dalam tata kelola kawasan. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh pemangku kepentingang untuk dapat bersinergi mewujudkan inisiatif karbon biru di kawasan industri yang turut memberikan manfaat bagi perekonomian dan Masyarakat, selaras dengan Asta Cita,” tutup Yadi.
Baca tanpa iklan