News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Serikat Pekerja Sikapi Makin Maraknya Transaksi Uang Elektronik, Ini Harapan ke Pengusaha

Penulis: Erik S
Editor: Seno Tri Sulistiyono
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRANSAKSI ELEKTRONIK - Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Parekraf (Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) KSPSI Moh Jumhur Hidayat.

Ringkasan Berita:

  • Sistem online menggerus hubungan batin antara pelayan dan pelanggan saat berada di restoran 
  • Wajar bila pelayan akan menghadirkan kerja terbaiknya dengan mengharapkan tip
  • Hubungan antara pelanggan dan pelayan restoran jadi terasa hambar

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Berkembangnya sistem pembayaran yang semakin meninggalkan transaksi uang tunai memang sangat aman dan efisien.

Transaksi kini bisa dilakukan melalui m-banking, e-wallet atau dompet elektronik yang dilengkapi sistem pembayaran QRIS. 

Menyikapi sistem pembayaran seperti ini, Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Parekraf (Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) KSPSI Moh Jumhur Hidayat menyatakan sistem seperti ini juga menggerus hubungan batin antara pelayan dan pelanggan saat berada di restoran karena kesulitan bila mau memberi uang tip.

Baca juga: Nikmati Promo SPayLater Bayar QRIS, Transaksi Lebih Mudah dan Hemat Serba Seribu!

"Hubungan antara pelanggan dan pelayan restoran jadi terasa hambar. Padahal ekspresi cinta itu adalah memberi, sehingga kalau fasilitas untuk memberi uang tip dihapuskan, maka sama dengan menghapus sarana untuk mengekspresikan cinta sesama," ujar Jumhur dalam keterangannya, Jumat (24/10/2025).

Selanjutnya Jumhur menjelaskan, adalah wajar bila pelayan akan menghadirkan kerja terbaiknya dengan mengharapkan tip yang kelak akan dibagikan lagi pada mereka. 

"Kalau proses memberi dan menerima ini terbingkai dalam mekanisme pasar pelayanan, saya rasa itu bagus sekali. Semakin baik pelayanan tentunya akan semakin banyak pula tip-nya," kata Jumhur.

Menurut Jumhur jangan anggap enteng urusan tip ini. Menurut data BPS, pada tahun 2023 saja pendapatan usaha atau omzet restoran dan rumah makan ini hampir Rp540 triliun dan sekitar Rp52 triliun diberikan kepada sekitar 2 juta lebih pekerja.

Kalau saja ada tip rata-rata 5 persen dari omzet ini berarti ada sekitar Rp27 triliun tambahan uang beredar di masyarakat bawah dan tentunya bisa meningkatkan daya beli. 

"Sudah selayaknya kita memfasilitasi mereka yang mau berbagi apalagi dalam situasi ekonomi yang saat ini tingkat daya belinya masih rendah di kalangan bawah," pungkas Jumhur.

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini