News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ramai-ramai Analis Prediksi Laju IHSG Hari Ini Kembali Menguat, Berikut Pilihan Sahamnya

Editor: Seno Tri Sulistiyono
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PERGERAKAN IHSG - Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. Perdagangan hari ini, laju IHSG masih berpeluang menguat dengan support di 8.243 dan resistance di 8.292.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (4/11/2025) kembali menguat.

Tercatat, kemarin IHSG ditutup menguat 111,20 poin atau 1,36% ke 8.275,08.

Sebanyak 353 saham naik, 291 saham turun dan 169 saham stagnan.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, IHSG masih berpeluang menguat dengan support di 8.243 dan resistance di 8.292.

"IHSG masih akan dipengaruhi oleh rilis kinerja emiten dan rilis data manufaktur Amerika Serikat,” kata Herditya dikutip dari Kontan.

Baca juga: MSCI Update Bikin IHSG Terkoreksi, Investor Disarankan Pilih Emiten Berfundamental Kuat

Ia menyarankan, investor mencermati saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) dengan target harga Rp 1.915 - Rp 2.100 per saham.

Kemudian, PT Indah Kiat Pulp & Paper Corp Tbk (INKP) Rp 7.800 - Rp 8.200 per saham, dan PT Kalbe Farma (KLBF) Rp 1.310 - Rp 1.395 per saham.

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich, Paskalis Tambolang menyampaikan, IHSG hari ini mampu bertahan di atas level MA5 dan MA20. Indikator A/D juga mengindikasikan terjadinya akumulasi.

“Sehingga, IHSG besok diperkirakan berpotensi melanjutkan kenaikan menguji level 8.300-8.350,” ucapnya.

Alrich menyarankan investor untuk memperhatikan saham Astra Motor (ASII), Petrosea (PTRO), Elnusa (ELSA), AKR Corporindo (AKRA) dan Surya Citra Media (SCMA).

Faktor Domestik

Selain dipengaruhi sentimen eksternal, penguatan IHSG hari ini terstimulus dengan data perekonomian Indonesia.

Optimisme akan membaiknya perekonomian domestik dan mengantisipasi kinerja pasar modal yang cenderung membaik pada akhir tahun, mendorong penguatan indeks. 

Meskipun inflasi domestik di Oktober 2025 merupakan level yang tertinggi sejak April 2024, namun masih dalam kisaran target Bank Indonesia (BI) di level 1.5%-3.5%. 

Data inflasi Indonesia tercatat sebesar 0.28% MoM dan 2.86% YoY di Oktober 2025, meningkat dari masing-masing 0.21% MoM dan 2.65% YoY di September 2025. 

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini