Padahal, sektor-sektor tersebut membutuhkan baja dengan spesifikasi khusus seperti alloy steel (baja paduan) dan special steel (baja khusus) yang memiliki potensi pasar besar, baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Namun, tantangan besar yang dihadapi produsen baja nasional saat ini adalah soal teknologi dan peralatan produksi yang sudah usang.
"Sebagian besar mesin dan teknologi yang digunakan sudah berumur tua dan belum sepenuhnya ramah lingkungan," ucap Faisal.
Kondisi tersebut mempengaruhi kualitas dan biaya produksi, sehingga menjadi hambatan dalam upaya menuju industri baja yang punya daya saing, berkelanjutan, dan berstandar global.
Baca tanpa iklan