News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Wahid Foundation Buka Akses Lebih Luas bagi Perempuan untuk Mandiri dan Tumbuh Lewat Maitra

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Seno Tri Sulistiyono
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PEMBERDAYAAN EKONOMI - Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid meluncurkan platform digital “Maitra” sebagai wadah pemberdayaan ekonomi dan sosial bagi perempuan. Peluncuran juga dihadiri Sinta Nuriyah Wahid, istri almarhum Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, yang merupakan pendiri dan pembina Wahid Foundation, Minggu (9/11/2025) di Jakarta.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wahid Foundation meluncurkan Maitra, sebuah inisiatif digital berbasis komunitas yang bertujuan memperluas akses pemberdayaan ekonomi dan sosial bagi perempuan akar rumput di seluruh Indonesia. 

Wahid Foundation adalah organisasi nirlaba yang berkomitmen mempromosikan nilai-nilai perdamaian, toleransi, keadilan sosial, dan pemberdayaan perempuan. 

Melalui berbagai inisiatif seperti Desa Damai, Sekolah Damai, dan Koperasi Cinta Damai Wahid, Wahid Foundation terus memperkuat kerja-kerja perdamaian berbasis komunitas yang mendukung implementasi Women, Peace and Security (WPS) Agenda dan Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.

Peluncuran ini merupakan kelanjutan dari perjalanan panjang Desa Damai dan Koperasi Cinta Damai Wahid (KCD Wahid) — dua inisiatif yang menjadi landasan kuat gerakan perempuan dalam membangun perdamaian, solidaritas sosial, dan kemandirian ekonomi di tingkat komunitas.

Baca juga: Sulaman Tapis Perempuan Desa Lampung Dorong Ekonomi Kreatif Berbasis Tradisi

Sejak 2013, Wahid Foundation menginisiasi gerakan Desa Damai, sebuah model pemberdayaan berbasis komunitas yang menempatkan perempuan sebagai penggerak utama perdamaian dan inklusi sosial. 

Hingga kini, lebih dari 41 Desa Damai telah tumbuh di tujuh provinsi, menjangkau lebih dari 80.000 penduduk dan melibatkan ribuan perempuan serta pemuda sebagai agen perdamaian di tingkat lokal. 

Melalui inisiatif ini, ruang dialog antar warga terbuka, perempuan semakin aktif dalam pengambilan keputusan, dan solidaritas sosial menguat. 

Dampak nyata juga terlihat dari sisi pembangunan desa, di mana mayoritas Desa Damai menunjukkan peningkatan signifikan dalam Indeks Desa Membangun (IDM) — dari kategori tertinggal menuju berkembang dan mandiri.

Dari perjalanan sosial tersebut, Wahid Foundation bersama komunitas perempuan kemudian membentuk Koperasi Cinta Damai Wahid (KCD Wahid) pada tahun 2017 sebagai wadah ekonomi kolektif yang memastikan perdamaian tidak berhenti pada dialog, tetapi juga tercermin dalam kesejahteraan keluarga.

Saat ini, KCD Wahid memiliki lebih dari 1.960 anggota aktif perempuan dan tingkat pengembalian pinjaman mencapai 98 persen. 

Melalui koperasi ini, perempuan — terutama mereka yang rentan dan sebelumnya sulit mengakses lembaga keuangan formal — kini mendapatkan akses permodalan, literasi keuangan, pendampingan usaha, serta pelatihan kepemimpinan di komunitasnya. 

Lebih dari 200 usaha mikro perempuan tumbuh dari ekosistem ini, mulai dari kuliner, kerajinan ramah lingkungan, hingga pengelolaan sampah berbasis komunitas.

Inisiatif Desa Damai dan Koperasi Cinta Damai Wahid juga berkontribusi pada pencapaian agenda global Sustainable Development Goals (SDGs) dan Women, Peace and Security (WPS) Agenda.

Program ini mendukung SDG 5 tentang Kesetaraan Gender melalui peningkatan kepemimpinan perempuan di tingkat desa, SDG 16 tentang Perdamaian dan Kelembagaan yang Kuat melalui tata kelola komunitas yang inklusif, serta SDG 13 dan SDG 1 melalui Desa Damai Tangguh Perubahan Iklim yang memperkuat ketahanan ekonomi dan lingkungan. 

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini