Ringkasan Berita:
- PT Bank Tabungan Negara menjalin kolaborasi bersama PT Jatelindo Jati Utama
- BTN juga dapat menyediakan serangkaian layanan perbankan yang dapat dimanfaatkan secara langsung oleh berbagai mitra Jatelindo, sehingga transaksi finansial dapat dilakukan lebih praktis
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Untuk memperluas layanan transaksi digital di Indonesia, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menjalin kolaborasi bersama PT Jatelindo Jati Utama.
Melalui kemitraan ini, kedua perusahaan menghadirkan layanan perbankan yang lebih mudah, cepat, dan dapat diakses secara luas melalui jaringan mitra outlet Jatelindo di seluruh Indonesia.
Baca juga: BTN Tantang Warga Surabaya Hadirkan Inovasi di Sektor Hunian
Digital Banking Sales Division Head BTN, Utaminingsih, mengatakan kerja sama ini akan berfokus pada integrasi layanan digital BTN dengan ekosistem pembayaran dan transaksi milik PT Jatelindo.
BTN juga dapat menyediakan serangkaian layanan perbankan yang dapat dimanfaatkan secara langsung oleh berbagai mitra Jatelindo, sehingga transaksi finansial dapat dilakukan lebih praktis.
"Kolaborasi ini merupakan langkah nyata BTN untuk memperluas jangkauan layanan digital di Indonesia," kata Utaminingsih dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa (18/11/2025).
"Integrasi ini tidak hanya memberikan kemudahan bagi masyarakat, tetapi juga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan fee-based income bagi kedua belah pihak,” jelasnya.
Menurut Utaminingsih, masyarakat akan merasakan manfaat berupa kemudahan melakukan berbagai transaksi digital perbankan.
Baca juga: BTN Salurkan Kredit Program Perumahan ke UMKM Yogyakarta
Transaksi itu meliputi pembayaran, transfer, top-up, serta layanan keuangan lainnya secara langsung di seluruh mitra outlet Jatelindo.
"Dengan kemitraan ini, masyarakat juga dapat mengakses layanan digital BTN di berbagai wilayah, termasuk yang belum memiliki akses perbankan memadai,” ujar Utaminingsih.
Adapun hingga September 2025, bale by btn mencatatkan total transaksi senilai Rp71,9 triliun atau naik 19,6 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp60,1 triliun.
Dari segi pengguna, superapps milik BTN tersebut juga mencatatkan telah memiliki 3,2 juta pengguna atau melonjak 66,8 persen yoy per September 2025.
Baca tanpa iklan