TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendukung upaya membangun ekosistem transportasi yang semakin terintegrasi, cerdas dan berkelanjutan.
Menurut AHY upaya tersebut perlu terus didorong demi menyelamatkan bumi dari risiko pencemaran udara.
"Kami sama-sama memiliki visi membangun ekosistem transportasi yang semakin terintegrasi cerdas dan sustainable sebagai upaya menyelamatkan bumi kita dari CO2 yang dihasilkan sektor transportasi," kata AHY usai membuka konferensi Indonesia International Transport Summit (IITS) 2025 di The Tribrata Hotel & Convention Center, Jakarta, Rabu, 26 November 2025.
Baca juga: Semen Merah Putih Siapkan Ekspansi MPTree ke Ruang Publik, Gandeng Penyedia Transportasi Umum
"Kita berharap forum semacam ini mampu menghasilkan pemikiran besar yang strategis. Kami di Kemenko IPK mendorong dukungan semua pihak karena pembangunan sektor transportasi membutuhkan infrastruktur pendukungnya. Karena itu kita mendorong kerjasama dengan Intelligent Transport System (ITS) Indonesia dan Asia Pasifik.
"Mudah-mudahan Indonesia bisa menjadi host penyelenggaraan ITS World Congress di 2032," kata AHY.
Indonesia International Transport Summit (IITS) 2025 diselenggarakan selama 2 hari mengangkat tema
“The Global South Mobility Atlas.” Kegiatan ini diselenggarakan oleh Intelligent Transport System (ITS) Indonesia, bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah RI.
Kegiatan ini menghadirkan para pemangku kepentingan untuk mempercepat pengembangan sistem mobilitas yang lebih cerdas, berkelanjutan, dan inklusif di kawasan Global South melalui dialog kebijakan, kolaborasi industri dan penyampaian solusi.
Melalui momentum dari Jakarta Declaration on Sustainable and Intelligent Urban Mobility yang diluncurkan pada ITS Asia Pacific Forum 2024, konferensi perdana ini berusaha menegaskan peran kepemimpinan Indonesia dalam memajukan Intelligent Transport Systems (ITS) di kawasan Asia-Pasifik.
Penyelenggaraan IITS 2025 dihadiri sejumlah tokoh kunci di bidang transportasi dan infrastruktur sistem transportasi cerdas. Antara lain Menko Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Agus Harimurti Yudhoyono; Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno; Sekretaris Jenderal ITS Asia-Pacific Akio Yamamoto; serta Wali Kota Gangneung, Korea Selatan, Hong-Kyu Kim.
“Sistem transportasi merupakan fondasi pembangunan nasional, dimana ekonomi modern ditandai oleh ekosistem transportasi terpadu yang memadukan infrastruktur yang kuat, layanan yang efisien, dan teknologi mutakhir," kata Presiden ITS Indonesia, William P Sabandar.
Kkta ingin memainkan posisi sentral Indonesia di Global South. Indonesia ini luas sekali dan penduduknya banyak. Di forum ini banyak sekali solusi yang akan ditawarkan untuk menciptakan ekosistem transportasi cerdas dan kita ingin meletakkan posisi strategis Indonssia di Global South," tegas William.
"Transportasi cerdas adalah transportasi plus teknologi. Di dalamnya ada digitalisasi, elektrifikasi dan terotomatisasi. Peran sentralnya membuat mobilitas dan aksesabilitas masyarakat menjadi lebih mudah," imbuhnya.
Dia juga menegaskan, transportasi publik yang andal juga menjadi salah satu indikator kemajuan negara-negara di kawasan Global South.
"Sebagai negara kepulauan, Indonesia mempercepat transformasi transportasinya untuk meningkatkan daya saing dan kesejahteraan sosial, di mana Intelligent Transport Systems berperan penting," tegasnya.
"Melalui IITS 2025, kami berusaha memperkuat kolaborasi, mendorong inovasi, dan memajukan masa depan mobilitas yang lebih cerdas, aman, dan terhubung," tandas William. (tribunnews/fin)
Baca tanpa iklan