News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Banjir di Sumatera

Banyak BTS Rusak Akibat Banjir, Pemerintah Manfaatkan Starlink dan Satelit Satria-1

Penulis: Endrapta Ibrahim Pramudhiaz
Editor: Choirul Arifin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

INFRASTRUKTUR KOMUNIKASI PUTUS - Pemerintah mengerahkan berbagai alternatif konektivitas, termasuk Starlink dan satelit Satria-1 sambil menunggu perbaikan jaringan BTS operator seluler yang rusak oleh banjir bandang Sumatera.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah mengerahkan berbagai alternatif konektivitas, termasuk Starlink dan satelit Satria-1 sambil menunggu perbaikan jaringan BTS operator seluler yang rusak oleh banjir bandang Sumatera.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengungkapkan, perangkat Starlink sudah terpasang di 140 titik untuk membuka akses komunikasi yang terputus di wilayah terdampak banjir di Sumatera.

"Kemarin ini memang masuknya lewat beberapa pintu di pemerintahan. Sekarang kita sedang streamline, yang terdata 1 Desember itu ada 149," katanya ketika ditemui di Gandaria City, Jakarta Selatan, Kamis (4/12/2025).

Menurut dia, masuknya Starlink dari berbagai instansi pemerintahan ke wilayah bencana banjir Sumatera dibutuhkan untuk mendukung kondisi tanggap bencana. Karena itu, pihaknya melakukan pendataan lokasi-lokasi pemasangan.

"Kami sedang menyisir karena kemarin ketika tanggap bencana kan memang lewat bermacam-macam pintu di pemerintahan, tapi sekarang kita rapikan supaya memang semuanya terdata di mana titik-titiknya. Sejauh ini ada 150-an titik,"ujar Meutya.

Meutya juga mengungkap pemulihan jaringan telekomunikasi di wilayah terdampak banjir di Sumatera menunjukkan tren yang membaik.

Meutya menjelaskan, gangguan paling parah terjadi pada 2 Desember 2025 ketika sejumlah infrastruktur telekomunikasi berbasis menara Base Transceiver Station (BTS) rusak.

Baca juga: Amnesty Minta Pemerintah Setop Salahkan Cuaca, Desak Tetapkan Status Darurat Nasional

"Dari 2 Desember, kemudian 3 sampai 4 Desember pukul 00.00 itu terus membaik," kata Meutya .

Menurut Meutya, apabila tren yang membaik ini terus berlanjut, ditambah dengan pasokan listrik mulai tersedia, maka dalam satu hingga dua hari ke depan layanan telekomunikasi di wilayah terdampak bisa kembali pulih.

Saat ini tingkat pemulihan jaringan telekomunikasi di Sumatera Utara dan Sumatera Barat telah mencapai 90–95 persen. Fokus utama selanjutnya adalah mempercepat pemulihan di Aceh.

Meutya mengungkap akses telekomunikasi di Aceh Tamiang sudah mulai masuk. Komdigi masih akan meninjau lebih lanjut apakah diperlukan tambahan dukungan satelit di titik tertentu atau tidak.

"(Jaringan di) Aceh Tamiang sudah masuk. Kami masih melihat lagi di mana nanti diperlukan untuk bantuan satelit sambil menunggu teman-teman operator seluler memperbaiki jaringan-jaringan mereka yang ada di wilayah Aceh," ujar Meutya.

Dia sudah meminta seluruh operator telekomunikasi untuk mempercepat pemulihan dan memahami kondisi sulit di lapangan karena banyak pegawainya turut terdampak banjir.

"Makanya kita lihat ada peningkatan yang baik, dari tanggal dua ke tiga, tiga ke empat, kita push lagi untuk terus semangat agar di satu dua hari ini bisa terus membaik khususnya Aceh," ucap Meutya.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini