TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Samator Indo Gas Tbk membukukan kenaikan penjualan sebesar 4 persen di Januari-September 2025.
Perseroan berhasil membukukan penjualan bersih sebesar Rp 2,21 triliun yang mengalami peningkatan sebesar 4 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Penjualan tercatat sebesar Rp 2,13 triliun. Hal ini disebabkan oleh peningkatan volume penjualan gas industri, serta penjualan servis dan jasa," kata Wakil Direktur Utama PT Samator Indo Gas Tbk Imelda Harsono di public expose di Jakarta, Rabu (10/12/2025).
Kinerja keuangan Samator mencatat perkembangan positif dari sisi arus kas dan posisi aset, termasuk penguatan rasio likuiditas karena berkurangnya liabilitas jangka pendek. Meski begitu, rasio profitabilitas masih tergerus seiring melemahnya laba bersih.
Imelda Harsono menjelaskan, perseroan berhasil mempertahankan tren pertumbuhan penjualan di tengah tantangan biaya.
Kinerja margin kotor juga menunjukkan perbaikan. Laba kotor perseroan selama periode 9 bulan 2025 telah naik 6,4 persen menjadi Rp 1,1 triliun, sejalan dengan peningkatan penjualan.
Namun laba bersih perseroan mengalami tekanan signifikan yang diakibatkan oleh peningkatan beberapa biaya.
"Laba bersih dilaporkan sebesar Rp 63,9 miliar atau turun 25,6 persen dari periode yang sama di tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh peningkatan biaya operasional dan biaya bunga," jelasnya.
Baca juga: PT Samator Indo Gas Gresik Perkuat Rantai Pasok Gas untuk Industri dan Kesehatan
Di sisi lain, kinerja Ebitda tetap stabil. Perusahaan membukukan Ebitda meningkat sebesar 3,1 persen dari yang sebelumnya tercatat sebesar Rp 621,8 miliar selama 9 bulan 2024, menjadi Rp 640,8 miliar selama 9 bulan pertama di tahun 2025.
Sementara itu, perkembangan posisi aset perseroan pada tanggal 30 September 2025 tercatat sebesar Rp 8,19 triliun, meningkat 2,6 persen dibandingkan total aset per 30 September 2024 yang sebesar Rp 7,98 triliun.
Total liabilitas per 30 September 2025 meningkat 4 persen menjadi Rp 4,37 triliun, yang disebabkan adanya pengambilan dari fasilitas syndicated bank loan yang disediakan.
Pada satu sisi, belanja modal perusahaan justru menurun tajam seiring penyelesaian beberapa proyek pabrik yang berhasil dilakukan.
"Total Capex selama 9 bulan pertama di tahun 2025 dilaporkan sekitar Rp 330,2 miliar yaitu menurun 27 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 452,5 miliar. Hal ini didorong oleh penyelesaian pembangunan beberapa pabrik perseroan," ungkap Imelda.
Baca juga: PT Samator Gas Batam Produksi Hidrogen Ramah Lingkungan Berbasis Elektrolisis
Dari sisi rasio keuangan, Samator mencatat perbaikan likuiditas. Di mana rasio likuiditas pada periode 9 bulan 2025 mengalami peningkatan dari menjadi 2,84 yang didorong oleh pelunasan sebagian porsi dari utang obligasi yang telah jatuh tempuh, sehingga jumlah liabilitas lancar perseroan berkurang.
Baca tanpa iklan