Ringkasan Berita:
- Jumlah beras SPHP yang digelontorkan sebesar 4.634 ton untuk didistribusikan ke 42 kabupaten/kota.
- Hal ini dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di Papua menjelang perayaan Nataru 2025/2026.
- Penyaluran beras SPHP dilakukan melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, Pemerintah bersama Perum Bulog dan Polri menggelontorkan ribuan ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di tanah Papua.
Jumlah beras SPHP yang digelontorkan sebesar 4.634 ton untuk didistribusikan ke 42 kabupaten/kota di enam provinsi di Papua Raya.
Enam provinsi itu adalah Papua, Papua Pegunungan, Papua Tengah, Papua Selatan, Papua Barat, dan Papua Barat Daya.
Baca juga: Operasi Pasar Dilakukan hingga Februari 2026, Beras SPHP Tersedia bagi Masyarakat Luas
Gelontoran ini diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di Papua menjelang perayaan Nataru 2025/2026.
“Papua harus merasakan kehadiran negara secara langsung. Kita pastikan beras SPHP tersebar merata, kualitas terjaga, harga stabil. Tidak boleh ada gejolak menjelang Natal dan Tahun Baru,” kata Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, dikutip dari siaran pers pada Kamis (11/12/2025).
Polda Papua menyalurkan 852 ton beras SPHP sebagai tahap awal dari total 2.700 ton beras yang akan disalurkan secara bertahap ke seluruh wilayah Papua Raya.
Distribusi dilakukan hingga ke wilayah sulit, termasuk menggunakan pesawat pada daerah yang hanya bisa dijangkau melalui transportasi udara.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan bahwa penyaluran beras SPHP dilakukan melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak.
"Bulog memastikan beras SPHP tersalurkan cepat dan merata ke seluruh Papua Raya, termasuk daerah terpencil. Kami bekerja sama erat dengan Polri, TNI, Bapanas, serta pemerintah daerah,” kata Rizal.
Baca tanpa iklan