News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Sinyal Penguatan Ekonomi Muncul, Strategi Pemerintah Jelang 2026

Penulis: Facundo Chrysnha Pradipha
Editor: Whiesa Daniswara
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

INOVASI SEKTOR MANUFAKTUR - Arsip foto Industri manufaktur karet dan plastik memperkenalkan inovasi terbaru smart plastics dan bio-based materials untuk sektor otomotif, kemasan dan elektronik di Plastics & Rubber Indonesia 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, 19–22 November 2025.

Pada agenda transformasi jangka panjang, percepatan ekonomi hijau menjadi perhatian utama.

Sejumlah inisiatif yang akan dikembangkan meliputi pembangunan Green Super Grid sepanjang 70.000 kilometer, pemanfaatan teknologi CCS hingga 600 gigaton, serta tujuh proyek waste-to-energy yang ditargetkan memasuki tahap konstruksi awal pada tahun depan.

“Selain itu, digitalisasi akan menjadi mesin pertumbuhan baru yang mampu mendorong perekonomian secara eksponensial,” tegas Airlangga.

Pengembangan UMKM, industri kendaraan listrik, serta program magang nasional bagi 100.000 lulusan baru juga menjadi prioritas.

Implementasi digitalisasi sistem pembayaran melalui QRIS yang telah menjangkau 57 juta konsumen dan 39 juta pelaku usaha diharapkan memperluas inklusi keuangan sekaligus memperkuat posisi rupiah di kancah global.

Dunia Usaha

Optimisme serupa disampaikan kalangan dunia usaha.

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, meyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia berpeluang melampaui 5,5 persen pada 2026.

“Kami optimistis, sinergi pemerintah dan dunia usaha dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di atas 5,5 persen pada 2026, dan hasilnya benar-benar mencerminkan optimisme,” ujarnya.

Sementara itu, hasil survei Adidaya Institute menunjukkan tingginya tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo–Gibran.

Managing Director Adidaya Institute, Ahmad Fadhli, mengungkapkan bahwa mayoritas responden menilai pemerintahan saat ini memiliki komitmen kuat terhadap tata kelola yang bersih.

“Sebanyak 78,5 persen responden menyatakan keyakinan bahwa pemerintahan Prabowo-Gibran bebas dari praktik korupsi,” jelasnya.

Selain itu, 72,2 persen responden juga percaya pemerintahan ini terbebas dari praktik kolusi. Analis politik Arif Nurul Imam menambahkan bahwa tingkat kebebasan sipil masih terjaga dengan baik.

“Survei ini mencatat 76,5 persen responden menilai kebebasan berpendapat di era Presiden Prabowo-Gibran tetap tinggi,” katanya.

Ia juga menyoroti stabilitas politik yang dinilai solid, dengan tingkat kepercayaan mencapai sekitar 73,1 persen.

Dengan fondasi ekonomi yang kian menguat, arah kebijakan yang progresif, serta tingkat kepercayaan publik yang tinggi, tahun 2026 dipandang sebagai fase krusial untuk mempercepat transformasi ekonomi Indonesia secara berkelanjutan.

(Tribunnews.com/ Chrysnha)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini