TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bulog menyiapkan stok beras di bandara dan pelabuhan masing-masing dengan jumlah minimal 20 ton hingga 50 ton untuk membantu pemenuhan pangan di wilayah terdampak bencana banjir bandang Sumatera.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani bilang, upaya tersebut mengantisipasi kebutuhan mendesak di wilayah-wilayah yang terisolasi akibat bencana, sehingga distribusi bantuan dapat dilakukan secara cepat tanpa harus menunggu mobilisasi dari gudang Bulog.
“Dengan menempatkan stok di bandara dan pelabuhan, distribusi bantuan melalui jalur udara maupun laut dapat dilakukan lebih cepat dan efisien, terutama ke daerah-daerah yang akses daratnya terputus,” ujarnya, Senin (15/12/2025).
Hingga saat ini, total stok beras Perum Bulog di kisaran 3,7 juta ton dan tok di wilayah terdampak bencana antara lain berada di Aceh sekitar 79 ribu ton, Sumatera Utara sekitar 29 ribu ton, dan Sumatera Barat sekitar 7 ribu ton.
Untuk memperkuat dukungan di wilayah Sumatera Barat, Bulog akan menambah stok hingga 20–30 ribu ton dalam waktu dekat.
Bulog juga melakukan koordinasi intensif untuk memenuhi kebutuhan pangan masing-masing dapur umum secara langsung sebagai bentuk respons cepat.
Baca juga: Lumpur Mengeras Setinggi Pinggang Menghambat Proses Evakuasi Korban Bencana di Aceh
Selanjutnya dalam pelaksanaan distribusi bantuan, Perum Bulog terus bersinergi dengan TNI, Polri, BPBD, dan BNPB agar penyaluran bantuan dapat berjalan optimal dan manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat.
Baca tanpa iklan