TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Valbury Asia Futures menyampaikan pandangan optimistis terhadap prospek pasar keuangan global pada 2026.
Tahun 2026, diperkirakan logam mulia seperti perak (XAGUSD) dan emas (XAUUSD) akan mencatat kenaikan tambahan signifikan.
Sektor energi seperti minyak (CLR) mungkin akan mengalami penurunan, demikian juga AUDUSD dan indeks Nikkei (NIK) diperkirakan turun.
Baca juga: Bank Indonesia Tahan Suku Bunga Acuan 4,75 Persen di November 2025
Indeks saham utama seperti Nasdaq (NQ), IHSG, dan S&P bisa mencatat pertumbuhan positif di atas 9 persen, dengan IHSG mencapai rekor tertinggi di sekitar 8.394, menunjukkan performa pasar modal Indonesia yang kuat.
Sebagian besar mata uang utama bergerak terbatas, menandakan dominasi penguatan logam mulia dan indeks saham, serta tekanan di sektor energi dan beberapa mata uang.
"Valbury menilai tahun 2026 akan menjadi periode transisi strategis di pasar global," kata Nino Limantara, Direktur Utama Valbury, dikutip Selasa (16/12/2025).
Ia menyebut, setelah tiga tahun kebijakan suku bunga tinggi, sejumlah bank sentral utama termasuk Federal Reserve dan Bank of England diproyeksikan mulai menurunkan suku bunga secara bertahap pada paruh kedua 2026.
Langkah ini diharapkan mendorong likuiditas pasar dan membuka peluang pertumbuhan baru bagi aset-aset, seperti forex, indeks saham, dan komoditas.
Di Indonesia, pertumbuhan ekonomi diperkirakan stabil di kisaran 5,1–5,3% (BPS, Outlook 2026), dengan peningkatan minat masyarakat terhadap investasi digital dan perdagangan aset global.
Data OJK menunjukkan bahwa jumlah investor ritel di sektor derivatif dan berjangka terus meningkat, sejalan dengan perluasan akses informasi dan platform online trading.
Research & Education Valbury mengungkapkan, transisi kebijakan global ini akan menciptakan dinamika harga yang menarik, terutama di asset forex dan emas.
"Trader yang lebih siap dengan strategi serta manajemen risiko akan mendapatkan peluang keuntungan yanglebih besar di tengah volatilitas," paparnya.
Tantangan 2026
Meski peluang terbuka luas, kata Nino, tantangan di 2026 tidak ringan.
Baca tanpa iklan