News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pemerintah Ambil Pasokan dari Aceh Atasi Fluktuasi Harga Cabai

Penulis: Endrapta Ibrahim Pramudhiaz
Editor: Choirul Arifin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

FLUKTUASI HARGA CABAI - Pedagang merapikan cabai dagangannya di Pasar Senen, Jakarta, Minggu (20/4/2025). Pemerintah melakukan stabilisasi harga cabai di pasaran menjelang tutup tahun ini dengan mendatangkan pasokan dari Aceh ke sejumlah daerah seperti Jakarta dan Sumatera Barat. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah melakukan stabilisasi harga cabai di pasaran menjelang tutup tahun ini dengan mendatangkan pasokan dari Aceh ke sejumlah daerah seperti Jakarta dan Sumatera Barat. 

Upaya ini diharapkan membantu menstabilkan harga cabai tetap berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) sekaligus sebagai pengawasan harga pangan menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026.

"Cabai suplainya kita ambil dari tempat lain," kata Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman di kantor Bapanas, Jakarta Selatan, Kamis (18/12/2025).

Ditemui Tribunnews di tempat sama, Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy menjelaskan, cabai memang menjadi salah satu komoditas yang rawan mengalami fluktuasi harga terutama saat musim hujan yang mempengaruhi hasil panen petani.

“Ya biasanya kan cabai kalau musim hujan itu kan banyak yang rontok," katanya.

Guna menekan lonjakan harga di tingkat pembeli akhir, pemerintah mendatangkan cabai langsung dari sentra produksi di Aceh. Pasokan tersebut kemudian disalurkan ke pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta.

Selain ke Jakarta, cabai produksi petani Aceh juga dikirim ke sejumlah daerah lain seperti Sumatera Barat dan Medan. Sarwo menilai langkah mendatangkan pasokan dari Aceh efektif dalam menekan harga cabai di pasaran. Ke depannya, langkah ini dipastikan akan terus dilakukan. 

Baca juga: Harga Cabai Semua Jenis Melonjak, Amran Sulaiman: Akibat Hujan

Ia mengatakan, meski Aceh baru saja dilanda bencana, produksi cabai di wilayah tersebut tidak mengalami gangguan karena sentra tanam berada di daerah pegunungan.

"Jadi ya memang di Aceh kan bencana, tapi di daerah-daerah pegunungan itu kan ditanami cabai di sana kan. Di Bener Meriah. Itu sentralnya di sana,” ujar Sarwo.

Baca juga: Harga Cabai Naik, Mendag Budi Santoso: Setiap Akhir Tahun Selalu Begini

Menurut dia, kendala utama justru berada pada distribusi akibat rusaknya akses transportasi. Oleh karena itu, pemerintah turun tangan menyerap hasil panen petani.

"Di sana susah menjualnya karena kondisi transportasi. Akhirnya diinformasikan sama Bupatinya ke Pak Menteri (Amran Sulaiman). Pak Menteri langsung beli. Beli, kemudian dijual di sini di pasar-pasar Induk gitu," ucap Sarwo.

Amran Beli 40 Ton Cabai Aceh

Sebelumnya, Amran membeli 40 ton cabai petani dari sejumlah sentra di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah.

Hal itu sebagai upaya menjaga kelancaran distribusi dan melindungi penghasilan petani di tengah kondisi pascabencana banjir dan tanah longsor Sumatera.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini