News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

TASPEN Perluas Peran, Ajak Para Pensiunan dan ASN Muda Berwirausaha

Penulis: Lita Febriani
Editor: Choirul Arifin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

DORONG WIRAUSAHA PENSIUNAN - Corporate Secretary PT TASPEN (Persero) Henra Hidayat Sastrawidjaja dalam wawancara eksklusif Tribunnews.com di Studio Tribunnews, Palmerah, Jakarta, Rabu (24/12/2025).

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Selama puluhan tahun PT TASPEN (Persero) dikenal sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang fokus mengelola jaminan sosial bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya program pensiun dan tabungan hari tua. 

Namun perubahan demografi, meningkatnya usia harapan hidup dan kebutuhan akan kualitas hidup yang lebih berkelanjutan pascapurnatugas mendorong TASPEN memperluas perannya, tidak hanya sebagai pengelola manfaat pensiun, tetapi juga sebagai fasilitator pemberdayaan ekonomi peserta.

Langkah tersebut diwujudkan melalui pengembangan program kewirausahaan yang menyasar peserta aktif hingga pensiunan, bernama Wirausaha Pintar TASPEN.

Corporate Secretary PT TASPEN (Persero) Henra Hidayat Sastrawidjaja mengatakan, inisiatif ini lahir dari hasil pembelajaran dan perbandingan dengan pengelola dana pensiun di sejumlah negara.

"Kita sempat benchmark ke beberapa negara yang mengelola dana pensiun. Misalnya kayak di Korea ada GEPS (Government Employees Pension Service)," ujarnya dalam wawancara eksklusif Tribunnews.com di Studio Tribunnews, Palmerah, Jakarta, Rabu (24/12/2025).

Dari hasil studi yang dilakukan, TASPEN melihat pengelolaan program pensiun merupakan kewajiban utama yang harus dijalankan lembaga jaminan sosial. Di luar kewajiban tersebut, terdapat ruang untuk menghadirkan manfaat tambahan yang memberikan nilai lebih bagi peserta.

Baca juga: 37 Wirausaha Disiapkan Melantai di Bursa Efek Indonesia

"Di sana itu (Korea), kalau misalnya untuk pengelolaan programnya itu (dana pensiun) adalah hal yang wajib yang harus mereka eksekusi. Tapi, benefit apa lagi yang mereka bisa berikan selain dari program yang wajib itu? Ada hal-hal yang bisa memberikan value added buat para peserta," ucap Henra.

Dari hasil evaluasi tersebut, TASPEN melihat potensi besar pada para pensiunan yang secara fisik dan mental masih produktif saat memasuki masa purnabakti dan menjadi peluang untuk mendorong kemandirian ekonomi melalui kewirausahaan para anggota TASPEN.

"Kemarin akhirnya kita melihatkan bahwa sebenarnya para pensiunan juga pada saat pensiun itu kan masih segar, aktif dan lain-lain. Kenapa enggak kita kasih fasilitas untuk mereka belajar kewirausahaan," ujarnya.

Baca juga: Telkom Dorong Wirausaha Inklusif bagi Penyandang Disabilitas lewat Kreasi Kaltara Inklusif

Gagasan itu kemudian diwujudkan dalam program Wirausaha Pintar, yang dirancang untuk membekali peserta aktif yang mendekati masa pensiun dengan pengetahuan dan keterampilan usaha.

Tidak hanya sebatas pelatihan, TASPEN juga menggandeng mitra perbankan untuk mendukung pembiayaan usaha.

"Makanya ada istilahnya Wirausaha Pintar. Itu untuk memfasilisasi para peserta aktif yang mau pensiun, mereka kita kasih pembelajaran terkait dengan kewirausahaan," terang Henra.

Ia menambahkan, skema yang ditawarkan tidak berhenti pada pemberian pinjaman lunak. Peserta juga akan mendapatkan pendampingan dari mentor yang telah berpengalaman menjalankan usaha.

Terkait durasi pendampingan, Henra menjelaskan hal tersebut disesuaikan dengan kebijakan masing-masing mitra. Namun, tujuan akhirnya tetap sama, yakni mendorong peserta agar mampu berdiri mandiri.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini