Produksi rokok selama enam bulan pertama 2025 tercatat 142,6 miliar batang, turun 2,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini menjadi yang terendah dalam delapan tahun terakhir sejak 2018, kecuali pada 2023.
Per Juni 2025, produksi hanya mencapai 24,8 miliar batang, turun 5,7 persen dibanding Mei dan merosot 3,2 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Sehingga, target penerimaan cukai hasil tembakau (CHT) tahun 2025 yang sebesar Rp 230,9 triliun terancam tidak tercapai, sebab realisasinya baru Rp 87 triliun atau sekitar 37,8 persen per Mei 2025.
Angka ini memperparah tren buruk target penerimaan CHT yang tidak tercapai di tahun-tahun sebelumnya.
Pada 2023, realisasi CHT hanya mencapai Rp 213,48 triliun atau 91,78 persen dari target Rp232,5 triliun. Sedangkan pada 2024, realisasi CHT hanya Rp 216,9 triliun atau 94,1?ri target Rp230,4 triliun.
Baca tanpa iklan