Ringkasan Berita:
- Jumlah SPPG melonjak dari 190 menjadi 19.198 unit dalam setahun.
- Awalnya pengusaha mundur karena wajib menyiapkan 3M dan modal besar.
- Setelah anggaran dibuka, MBG berkembang pesat dengan 55 juta penerima.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola Badan Gizi Nasional (BGN) Tigor Pangaribuan mengungkap bahwa jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum Makan Bergizi Gratis (MBG) meningkat 100 kali lipat dalam setahun.
Tigor mengatakan pada saat Januari 2025 jumlah SPPG hanya ada 190. Kala itu, pihaknya kesulitan mencari pihak yang bersedia membangun dapur.
Tigor bercerita, pada 5 Januari 2025 malam, ada sekitar 900 orang yang dibujuk untuk memulai bisnis SPPG.
Baca juga: Curhat Pengusaha SPPG Susahnya Dapat Pinjaman Bank Bangun Dapur MBG: Padahal Ini Program Prioritas
Namun, BGN mewajibkan calon pengelola menyiapkan tiga hal sekaligus, yaitu pekerja (man), modal (money), dan material pembangunan (material), atau biasa disebut 3M.
"Dari 900 langsung mundur 800. Karena apa? Harus dia [yang menyediakan] Man, Money, Material-nya," kata Tigor dalam acara MBG Outlook: Masa Depan Gizi Anak Indonesia di Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026).
Para pengusaha yang bertahan disebut menggelontorkan uang Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar untuk membangun SPPG.
Namun, setelah itu banyak pengusaha SPPG belum mendapatkan reimbursement atau pengganti biaya karena anggaran BGN masih diblokir.
Setelah anggaran dibuka dan sistem mulai berjalan, dalam waktu setahun jumlah SPPG melonjak 100 kali lipat.
SPPG yang pada Januari 2025 hanya ada 190, jumlahnya naik sekitar 100 kali lipat menjadi 19 ribu, tepatnya 19.198. "Jadi, besar sekali pertambahannya," uja Tigor.
Selain jumlah dapur, penerima manfaat juga meningkat dari sekitar 400 ribu orang menjadi 55 juta penerima dalam setahun.
Tigor mengakui pada tahun pertama penyerapan anggaran MBG sangat rendah. Publik pun mengkritik, mencemooh, hingga mempertanyakan apakah program MBG benar bisa menyerap anggaran scara baik.
Namun, melalui berbagai inovasi dan kolaborasi dengan TNI, Polri, BIN, NU, Muhammadiyah, hingga Kadin, BGN berhasil memperluas jumlah SPPG dan meningkatkan jumlah penerima dengan anggaran yang disediakan.
BGN menargetkan jumlah SPPG dapat mencapai 32 ribu pada April 2026 dengan penerima manfaat mencapai 82,9 juta orang.
Baca tanpa iklan