Ringkasan Berita:
- KAI memprediksi puncak arus mudik pengguna kereta api pada Lebaran 2026 jatuh pada 22 Maret dan puncak arus balik akan jatuh pada 28 Maret.
- KAI menyiapkan 1,2 juta kursi yang tarifnya akan didiskon 30 persen dengan pola potongan harga yang mengikuti skema libur Nataru 2025/2026.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) memprediksi puncak arus mudik pengguna kereta api pada Lebaran 2026 jatuh pada 22 Maret dan puncak arus balik akan jatuh pada 28 Maret.
"Jumlah hari operasi kita itu ada 22 hari. Kami memulai masa mudik ini dari tanggal 11 Maret sampai dengan tanggal 4 April," kata Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin di acara Mudik Outlook 2026 di Jakarta, dikutip Rabu (28/1/2026).
Ia mengatakan KAI menyiapkan 62 perjalanan kereta tambahan setiap harinya. Penambahan ini meningkat 12 persen dari periode Natal Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
Jumlah penumpang pada mudik Lebaran tahun ini diperkirakan mencapai 4,9 juta hingga 5,2 juta orang, naik dari 4,2 juta penumpang dari Lebaran 2025.
KAI menyiapkan 1,2 juta kursi yang tarifnya akan didiskon 30 persen dengan pola potongan harga yang mengikuti skema libur Nataru 2025/2026.
"Kalau kita lihat kemarin di Nataru itu ada diskon untuk kereta jarak jauh ekonomi itu 30 persen. Kalau kita berkaca di Nataru kemarin, maka kami di angkutan Lebaran ini mengalokasikan 1,2 juta tempat duduk yang mengikuti pola sebelumnya," ujar Bobby.
Baca juga: Empat Ruas Tol Sepanjang 121,64 Km Dioperasikan Gratis Selama Mudik Lebaran 2026
Guna mengantisipasi bencana seperti banjir, longsor, dan rob yang bisa menyerang rel kereta, KAI telah memetakan daerah dalam pengawasan khusus atau dapsus.
Antisipasi pertama yang dilakukan adalah melakukan pengangkatan rel melalui penambahan ballast atau lapisan batu pecah di bawah bantalan rel.
"Ada yang kita angkat 15 cm, 20 cm, 30 cm. Bahkan, yang kemarin di Pekalongan kejadian 2 minggu yang lalu itu, kita mengangkat sampai dengan 50 cm sepanjang ruas 600 meter," ucap Bobby.
Antisipasi kedua adalah menempatkan lebih dari 1.100 petugas tambahan yang bertugas memonitor daerah-daerah dalam pengawasan khusus untuk membuat prediksi berapa lama mereka akan melakukan service atau operation recovery. Dengan begini, KAI bisa mengatur ulang kembali perjalanan.
Baca tanpa iklan