News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

HKI Undang Investor Semikonduktor, Perkuat Hilirisasi dan Ciptakan Lapangan Kerja

Penulis: Sanusi
Editor: Seno Tri Sulistiyono
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

INDUSTRI - Ketua Umum HKI Akhmad Ma'ruf Maulana. HKI mengundang perusahaan semikonduktor global, termasuk dari Amerika Serikat, Taiwan, dan Tiongkok, untuk berinvestasi di Indonesia melalui skema joint venture dengan mitra nasional

Ringkasan Berita:

  • Industri semikonduktor diposisikan sebagai sektor prioritas yang tengah aktif dijajaki HKI, seiring meningkatnya kebutuhan global
  • HKI mencatat bahwa minat investor asing terhadap industri semikonduktor di Indonesia terus menunjukkan perkembangan

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) menegaskan komitmennya dalam memajukan perindustrian nasional berbasis teknologi tinggi dengan mengundang perusahaan-perusahaan semikonduktor global untuk membentuk joint venture (JV) bersama perusahaan lokal di Indonesia.

Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional, menciptakan lapangan kerja berkualitas, serta mempercepat hilirisasi industri bernilai tambah tinggi.

Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia, Akhmad Ma’ruf Maulana, menyampaikan secara umum kawasan industri di Indonesia saat ini tengah memasuki fase ekspansi dan perluasan. Dalam konteks tersebut, industri semikonduktor diposisikan sebagai sektor prioritas yang tengah aktif dijajaki HKI, seiring meningkatnya kebutuhan global terhadap chip dan komponen elektronik sebagai fondasi industri masa depan.

Baca juga: HKI Apresiasi Pelantikan Dewan Energi Nasional, Perkuat Arah Transisi Hijau di Kawasan Industri

“HKI mengundang perusahaan semikonduktor global, termasuk dari Amerika Serikat, Taiwan, dan Tiongkok, untuk berinvestasi di Indonesia melalui skema joint venture dengan mitra nasional. Skema ini dirancang agar investasi yang masuk tidak berhenti pada pembangunan fasilitas produksi, tetapi juga mendorong percepatan transfer teknologi, penguatan rantai pasok dalam negeri, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia Indonesia,” ujar Akhmad Ma’ruf Maulana.

HKI mencatat bahwa minat investor asing terhadap industri semikonduktor di Indonesia terus menunjukkan perkembangan. Dari Amerika Serikat, pembangunan fasilitas industri telah mulai direalisasikan pada tahun ini. Sementara itu, investor dari Taiwan masih berada pada tahap penjajakan dan negosiasi.

Adapun dari Tiongkok, proses investasi sebenarnya telah berjalan, namun pembangunan fisik yang seharusnya dapat dimulai pada tahun 2025 mengalami keterlambatan akibat lambatnya proses perizinan. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena dapat menghambat momentum strategis pengembangan industri teknologi tinggi di Indonesia.

Lebih lanjut, Akhmad Ma’ruf Maulana menjelaskan bahwa rencana investasi semikonduktor dari Taiwan dan Tiongkok memiliki karakteristik berbeda dengan konsorsium Amerika Serikat–Jerman yang saat ini membangun pabrik semikonduktor di Batam. Perbedaan tersebut mencakup struktur konsorsium, pendekatan teknologi, serta orientasi pasar, namun tetap berada dalam kerangka besar penguatan basis industri nasional dan integrasi Indonesia ke dalam rantai pasok global.

Terkait kesiapan lokasi, HKI telah menyiapkan sejumlah kawasan industri strategis yang dinilai kompetitif untuk pengembangan industri semikonduktor. Kawasan tersebut antara lain Kawasan Industri Batamindo di Batam, Kawasan Industri Wiraraja, Kawasan Industri Kabil, serta kawasan Galang Batang di Bintan. Kawasan-kawasan ini memiliki keunggulan dari sisi infrastruktur, akses logistik internasional, dan ekosistem industri yang terus berkembang.

“Pengembangan industri semikonduktor melalui pembentukan joint venture di kawasan industri Indonesia merupakan langkah strategis untuk membangun fondasi ekonomi masa depan. Ini akan menjadi penggerak baru pertumbuhan ekonomi nasional, menciptakan lapangan kerja berkeahlian tinggi, memperdalam hilirisasi industri, dan memperkuat posisi Indonesia dalam peta industri teknologi global,” tutup Akhmad Ma’ruf Maulana.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini