Ringkasan Berita:
- Neraca dagang Indonesia sepanjang tahun 2025 kembali mencatatkan surplus sepanjang Januari hingga Desember 2025 sebesar 41,05 miliar dolar AS.
- Neraca dagang Indonesia pada Desember 2025 mencatat surplus sebesar 2,51 miliar dolar AS terutama ditopang oleh kinerja dagang nonmigas.
- Sektor industri pengolahan menjadi pendorong utama peningkatan ekspor nonmigas sepanjang 2025 dengan kontribusi 10,77 persen.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan barang Indonesia sepanjang tahun 2025 kembali mencatatkan surplus sepanjang Januari hingga Desember 2025 sebesar 41,05 miliar dolar AS.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Ateng Hartono mengatakan, untuk periode Januari–Desember 2025 surplus neraca perdagangan Indonesia terutama ditopang oleh surplus perdagangan nonmigas yang mencapai 60,75 miliar dolar AS.
"Hingga bulan Desember tahun 2025, neraca perdagangan barang mencapai surplus sebesar 41,05 miliar dolar AS. Kita lihat perbandingannya cukup tinggi surplusnya, pada kondisi Januari-Desember 2025 dibandingkan dengan Januari-Desember 2024," kata Ateng dalam rilis BPS, Senin (2/2/2026).
Jika dilihat secara bulanan atau pada Desember 2025, neraca perdagangan Indonesia pada Desember 2025 mencatat surplus sebesar 2,51 miliar dolar AS terutama ditopang oleh kinerja dagang nonmigas.
"Neraca perdagangan barang mencapai surplus sebesar 2,51 miliar dolar AS. Neraca perdagangan Indonesia telah mencatat surplus selama 68 bulan berturut-turut sejak pada bulan Mei 2020,"
BPS mencatat, pada Desember 2025 neraca perdagangan nonmigas mengalami surplus sebesar 4,60 miliar dolar AS. Sejumlah komoditas utama yang menjadi penyumbang surplus antara lain lemak dan minyak hewan atau nabati (HS 15), bahan bakar mineral (HS 27) serta besi dan baja (HS 72).
Di sisi lain, pada periode yang sama neraca perdagangan migas masih mencatat defisit sebesar 2,09 miliar dolar AS. Defisit tersebut terutama disumbang oleh impor minyak mentah serta hasil minyak.
Baca juga: Ditopang Ekonomi Domestik, PMI Manufaktur RI Januari 2026 Naik ke 52,6
"Pada saat yang sama, neraca perdagangan komoditi migas tercatat defisit USD 2,09 miliar dengan komoditi. Penyumbang defisit pada neraca perdagangan komoditas yaitu minyak mentah dan juga hasil minyak," terang Ateng.
Kinerja ekspor Indonesia sepanjang tahun 2025 mencapai 282,91 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau naik 6,15 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 sebesar 266,53 miliar dolar AS.
Baca juga: Dipicu Lonjakan Barang Modal, Nilai Impor Indonesia 2025 Naik 2,83 Persen
Sektor industri pengolahan menjadi pendorong utama peningkatan ekspor nonmigas sepanjang 2025 dengan andil sebesar 10,77 persen. Sejumlah komoditas industri pengolahan yang mencatat kenaikan signifikan antara lain Minyak kelapa sawit (CPO).
Barang perhiasan dan barang berharga, kimia dasar organik berbasis hasil pertanian, logam dasar bukan besi serta semikonduktor dan komponen elektronik.
Adapun nilai impor Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai 241,86 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Angka tersebut meningkat 2,83 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.
Peningkatan impor sepanjang 2025 terutama didorong oleh kenaikan impor nonmigas, khususnya untuk barang modal.
Baca tanpa iklan