News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Nilai Tukar Rupiah Selasa Pagi Menguat 36 Poin di Level Rp 16.762 Per Dolar AS

Penulis: Endrapta Ibrahim Pramudhiaz
Editor: Choirul Arifin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

RUPIAH MENGUAT - Nilai tukar rupiah di pasar spot menguat 36 poin atau 0,21 persen di level Rp 16.762 per dolar AS pada Selasa (3/2/2026) pagi. Hari ini rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif di level Rp16.790 hingga Rp16.830 per dolar AS.

Ringkasan Berita:

  • Nilai tukar rupiah di pasar spot menguat 36 poin atau 0,21 persen di level Rp 16.762 per dolar AS pada Selasa (3/2/2026) pagi.
  • Hari ini rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif di level Rp16.790 hingga Rp16.830 per dolar AS.
  • Pasar mencermati perkembangan geopolitik global seperti potensi serangan militer Amerika Serikat ke Iran.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nilai tukar rupiah di pasar spot menguat 36 poin atau 0,21 persen di level Rp 16.762 per dolar AS pada Selasa (3/2/2026) pagi, dari sebelumnya Rp 16.798 per dolar AS pada penutupan perdagangan Senin (27/1)sore.

Pada Senin sore, rupiah ditutup turun 12 poin ke level Rp16.798 per dolar AS, setelah sebelumnya sempat melemah hingga 30 poin dari posisi penutupan sebelumnya di Rp16.786 per dolar AS.

Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, pada perdagangan Selasa (3/2) pagi masih akan bergerak fluktuatif di level Rp16.790 hingga Rp16.830 per dolar AS.

Ibrahim menilai penguatan dolar AS didorong oleh sentimen eksternal, terutama dari arah kebijakan moneter dan geopolitik global.

Presiden Donald Trump menominasikan mantan Gubernur The Fed Kevin Warsh sebagai kandidat pengganti Ketua The Fed Jerome Powell. Pasar menilai kebijakan moneter di bawah Warsh berpotensi tidak selunak yang diharapkan.

"Warsh sebagian besar dianggap setuju dengan seruan Trump untuk menurunkan suku bunga secara tajam. Namun, ia juga dipandang kritis terhadap aktivitas pembelian aset Fed, yang menunjukkan bahwa kebijakan moneter jangka panjang di bawah Warsh mungkin tidak selunak yang diantisipasi pasar pada awalnya," ujarnya.

Baca juga: IHSG Pagi Ini Kembali Melemah, Turun 1,57 Persen ke 7.798

Pasar juga mencermati perkembangan geopolitik global. Trump menyatakan Iran menunjukkan keseriusan untuk bernegosiasi, disertai tanda-tanda de-eskalasi ketegangan di kawasan Selat Hormuz.

"Komentar Trump, bersama dengan laporan bahwa angkatan laut Garda Revolusi Iran tidak memiliki rencana untuk latihan tembak langsung di Selat Hormuz, adalah tanda-tanda de-eskalasi," ujar Ibrahim.

Baca juga: Senin Sore, Rupiah Melemah ke Level Rp 16.798 per Dolar AS, IHSG ke Zona Merah

Sementara dari Asia, pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi terkait manfaat mata uang yen yang lebih lemah bagi eksportir turut memengaruhi pergerakan pasar. 

"Di Asia, Perdana menteri Jepang Takaichi membicarakan manfaat mata uang yang lebih lemah selama pidato kampanye baru-baru ini, yang agak kontras dengan sinyal dari pemerintahannya yang memperingatkan terhadap pelemahan mata uang yang berkepanjangan," ungkapnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini