News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Lewati BRIS dan BMRI, Saham BBTN Menguat 3,27 Persen di Sesi I Perdagangan IHSG Hari Ini

Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

IHSG ditutup melemah pada sesi I perdagangan Rabu (4/2/2026). IHSG turun 43,28 poin atau 0,53 persen ke level 8.079,32. Pada perdagangan sesi pertama, IHSG sempat bergerak di rentang 8.050,40 hingga 8.194,68. Adapun IHSG dibuka di level 8.121,03.

Ringkasan Berita:

  • Berdasarkan data BEI, penguatan saham BBTN tergolong menonjol di antara saham bank-bank BUMN lainnya. 
  • Dalam riset sektor perbankan menyebutkan bahwa tekanan terhadap saham perbankan justru menciptakan valuasi yang lebih menarik

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pada Perdagangan sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI), Saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) naik Rp 40 atau 3,27 persen ke level Rp 1.265, di tengah pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). 

IHSG ditutup melemah pada sesi I perdagangan Rabu (4/2/2026). IHSG turun 43,28 poin atau 0,53 persen ke level 8.079,32. Pada perdagangan sesi pertama, IHSG sempat bergerak di rentang 8.050,40 hingga 8.194,68. Adapun IHSG dibuka di level 8.121,03.

Berdasarkan data BEI, penguatan saham BBTN tergolong menonjol di antara saham bank-bank BUMN lainnya. 

Baca juga: IHSG Ditutup Melemah 0,53 Persen ke 8.079 Pada Sesi I Perdagangan Rabu 4 Februari

Saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) naik 5,86 persen menjadi Rp 2.350, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menguat 1,32 persen ke Rp 3.850, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) naik 1,86 persen menjadi Rp 4.920.

Secara year to date (ytd) 2026, BBTN tercatat sebagai saham bank BUMN dengan kenaikan tertinggi, mencapai 9,05 persen. Minat investor asing juga terlihat kuat, tercermin dari pembelian bersih (net buy) saham BBTN senilai Rp 154 miliar dalam sebulan terakhir.

Penguatan saham BBTN sejalan dengan pandangan positif analis terhadap prospek sektor perbankan.

Analis KB Valbury Sekuritas Akhmad Nurcahyadi dalam riset sektor perbankan menyebutkan bahwa tekanan terhadap saham perbankan justru menciptakan valuasi yang lebih menarik.

KB Valbury memperkirakan pertumbuhan kredit perbankan pada 2026 berada di kisaran 8–10 persen, sejalan dengan proyeksi Bank Indonesia sebesar 8–12 persen. Dana pihak ketiga (DPK) juga diperkirakan terus tumbuh, didukung kondisi likuiditas yang semakin longgar, sementara biaya dana diprediksi melanjutkan tren penurunan.

Berdasarkan asumsi tersebut, KB Valbury mempertahankan rekomendasi beli saham BBTN dengan target harga Rp 1.530. Target tersebut mempertimbangkan PER BBTN sekitar 4,2 kali tahun 2026 atau terendah di antara bank besar lainnya.

Baca juga: IHSG Dibuka Menguat di Pembukaan Perdagangan Pagi Ini

Sentimen positif terhadap saham BBTN juga disampaikan oleh tim riset BRI Danareksa Sekuritas. Analis BRI Danareksa Sekuritas Naura Reyhan Muchlis dan Victor Stefano menilai saham BBTN menarik untuk dikoleksi, didukung valuasi yang masih atraktif serta peluang peningkatan margin bunga bersih (NIM) melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) perumahan pada 2026.

BRI Danareksa Sekuritas mencatat bahwa pemerintah telah menetapkan target KUR perumahan nasional sebesar Rp 36 triliun pada 2026. BTN sebagai penyalur berkomitmen menyalurkan Rp 10 triliun atau sekitar 27,8 persen dari total nasional, dengan struktur skema KUR yang diperkirakan tetap.

Atas dasar tersebut, BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham BBTN dengan target harga Rp 1.300. Target harga ini juga mempertimbangkan kualitas aset yang tetap terjaga, pertumbuhan kredit, serta tren penurunan biaya dana dan biaya kredit.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini