Untuk lebih mendorong lebih banyak developer terlibat dalam Program Rumah Rendah Emisi, BTN akan menstandarisasi insentif yang akan diberikan untuk developer menjadi suatu paket yang menarik. “Bunga untuk developer rumah rendah emisi juga sudah diturunkan. Nanti akan kami standarisasi, misalnya suku bunganya bisa turun 25 basis poin. Jadi macam-macam insentifnya,” ungkap Setiyo.
Tidak hanya bermitra dengan developer dan startup daur ulang, BTN juga turut melibatkan masyarakat dalam hal ini nasabah KPR untuk turut berkontribusi dalam pengurangan emisi karbon.
Program yang paling utama yaitu Program “Bayar Angsuran-Mu Pakai Sampah-Mu”, yang memungkinkan debitur KPR BTN untuk mengumpulkan sampah rumah tangga melalui startup Rekosistem dan sampah tersebut dikonversi menjadi rupiah ke dalam tabungan nasabah untuk mengurangi angsuran KPR.
Baca juga: BP Tapera dan BTN Syariah Selenggarakan Akad Massal Pembiayaan Perumahan di Aceh Besar
“Setelah dihitung-hitung, dengan mengikuti program ini bisa mengurangi cicilan KPR sekitar 10-15 persen per bulannya atau sekitar Rp100.000-150.000, ini lumayan sekali untuk memberikan penghasilan tambahan bagi rumah tangga yang terlibat,” ujar Setiyo.
Program “Bayar Angsuran-Mu Pakai Sampah-Mu” mendapatkan apresiasi dari Ratu Belanda Queen Maxima dalam kapasitasnya sebagai Advokat Khusus Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Financial Health (UNSGSA) saat kunjungannya ke Indonesia pada 26 November 2025 untuk menyaksikan langsung program ini dan bertemu dengan para nasabah KPR BTN.
Direktur Commercial Banking BTN Hermita turut mengapresiasi para nasabah KPR BTN yang menunjukkan antusiasmenya untuk turut terlibat dalam Program “Bayar Angsuran-Mu Pakai Sampah-Mu”.
“Kami berharap lebih banyak lagi nasabah KPR BTN yang tertarik untuk ikut mengumpulkan sampah dalam program ini, sehingga mereka dapat merasakan manfaatnya terhadap pengelolaan keuangan keluarga,” ujarnya.
Setiyo mengatakan, apresiasi tersebut menjadi bukti pengakuan dunia internasional terhadap komitmen BTN dalam penerapan prinsip-prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (Environment, Social, and Governance/ESG).
Hal ini sejalan dengan keberhasilan BTN meraih ESG Rating AA berdasarkan MSCI ESG Ratings pada 2025, yang menunjukkan bahwa perseroan menjadi bank paling terdepan di antara seluruh perbankan nasional dalam komitmen dan realisasi penerapan ESG.
Untuk semakin memantapkan posisinya dalam prinsip keberlanjutan, BTN berharap dapat meningkatkan total loan portfolio-nya di sustainability atau ESG menjadi 60 persen pada 2026 dari 52 persen saat ini.
“Portofolio ESG BTN juga termasuk pembiayaan kepemilikan rumah bersubsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), karena memberdayakan MBR termasuk aspek sosial dalam ESG,” ujarnya.
Baca tanpa iklan